Awal tahun depan tepatnya di bulan Februari 2023, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (FPIK Undip) mengirimkan sejumlah 27 mahasiswa untuk mengikuti program magang (internship program) ke Hokkaido, Jepang. Hal tersebut disampaikan oleh Dekan FPIK Undip Prof. Ir. Tri Winarni Agustini, M.Sc., Ph.D. pada wawancara dengan tim Humas Undip bertempat di Dekanat FPIK Undip pada Kamis (25/8).

Lebih lanjut Prof. Tri, begitu beliau akrab disapa menjelaskan bahwa untuk mengimplementasikan kebijakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi tentang merdeka belajar, FPIK Undip telah menjalin kerjasama dengan dunia industri yang bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menimba ilmu, mengasah kemampuan sesuai dengan minat dan bakat dengan terjun langsung ke dunia kerja untuk mempersiapkan karir mahasiswa setelah lulus. “FPIK sudah menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan, dan dengan PT Irodori Global Indonesia adalah kali pertama ini’, terang Prof. Tri. “Sebelumnya seleksi program magang ini diikuti oleh 89 peserta, dari hasil seleksi lolos 27 orang yang sedianya akan berangkat ke Hokkaido Jepang pada bulan Februari 2023 mendatang”, tambahnya.

Prof. Tri menambahkan program magang akan dilaksanakan selama 3 bulan, namun sebelumnya mahasiswa yang lolos tersebut akan dibekali pelatihan dan juga keterampilan berbahasa Jepang. “Sejalan dengan program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), program praktek lapangan ini dapat dikonversi setara 20 SKS”, imbuhnya.

Senada dengan yang disampaikan Dekan FPIK Undip, Direktur PT Irodori Global Indonesia Rizky Putra Prihatama, S.Kep.,Ns.,Rn., M.Kep. menerangkan bahwa PT Irodori Global Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan, pelatihan dan penyaluran tenaga kerja ke Jepang. Sebelum dinyatakan lolos, 27 mahasiswa yang akan dikirim untuk melaksanakan program magang budidaya kerang Hotate “Hokkaido” Jepang telah mengikuti seleksi. Dimulai dengan seleksi dokumen dan matching dengan user (sesi interview). Saat ini 27 mahasiswa peserta magang telah membuat paspor. Sebelum berangkat, mereka akan dibekali dengan keterampilan bahasa Jepang.

Sementara itu, Fathi Jihadis Sabili dan Amanda Wahyu Pravitasari, mewakili mahasiswa yang lolos untuk berangkat magang ke Jepang merasa bangga dan bersyukur lolos seleksi program magang ke Jepang yang dilaksanakan oleh PT Irodari Global Indonesia. Mahasiswa semester 7 tersebut mengungkapkan manfaat adanya program merdeka belajar, terutama program magang atau praktik lapangan. Selain menambah ilmu dan pengetahuan, dengan magang di tempat industri, terlebih perusaahan luar dan terkemuka yakni di Jepang tentunya akan menambah relasi dan jejaring pertemanan. “Selain memperoleh tambahan ilmu, pengalaman dan keterampilan dalam budidaya kerang di Hokkaido, program magang tersebut bermanfaat pula untuk memperluas jejaring”, pungkas Amanda. (Ut-Humas)