Bagi mbah Karso Utomo (82) pengobatan gratis yang diberikan tim dokter Undip sangat berarti, karena dirinya juga ratusan warga desa sangat mudah dan juga dekat untuk berobat ke tempat pengobatan gratis ini. Pengobatan gratis dari LPPM Undip berlangsung di Klinik Kebencanaan Undip, desa Gulon Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Mbah Karso mengeluhkan gatal-gatal di telapak kaki yang dideritanya sebulanan ini, dan alhamdulillah sudah diberikan obat untuk diminum serta salep oles, pemberian dari dokter Fakultas Kedokteran (FK) Undip. Mbah Karso berharap gatal-gatal yang ada pada kakinya segera sembuh.

Seperti halnya mbah Karso, sekitar 300-an warga desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang dan desa sekitarnya memanfaatkan pengobatan gratis yang diberikan oleh tim pengabdian masyarakat LPPM Undip, di Klinik kebencanaan Undip yang ada di desa Gulon, Minggu (25/9). Warga desa Gulon dan sekitarnya antusias datang sejak pagi, hingga siang sekitar pukul 14.00-an, memanfaatkan pengobatan gratis yang dilakukan oleh tim dokter FK Universitas Diponegoro Semarang.

Warga lain sekaligus juga tokoh masyarakat desa Gulon, Nanang juga menyatakan hal yang serupa. Warga kami dari desa Gulon dan sekitarnya sangat antusias dan berharap di waktu mendatang Undip dapat kembali hadir untuk memberikan pengobatan bagi warga desa, yang disebutnya sangat penting.

Tim dokter Undip di pimpin dr. Abdul Mugni dan Dr. dr. Sri Winarni di dukung 10 residen, 12 koas, dan 14 perawat serta tenaga admin dan relawan mahasiswa, gabungan dari tim Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) dan Fakultas Kedokteran (FK) Undip, melayani warga selama dua hari ini.

Pengobatan gratis Undip di desa Gulon ini merupakan bentuk pengabdian kelembagaan oleh sebuah tim yang dibentuk LPPM Undip. Pengobatan gratis ini sudah kali yang kesekian, setelah sebelumnya melakukan pengobatan yang serupa di dukuh Gojoyo Kabupaten Demak dan desa Sumber Wuluh Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. Desa Sumber Wuluh sendiri ketika itu adalah lokasi yang didera bencana erupsi Gunung Semeru di kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

“Ditengah masyarakat yang sangat membutuhkan, kami sangat berharap Insya Allah bisa hadir. Tentu menyesuikan agenda pengabdian lainnya yang sudah ditetapkan LPPM Undip,“ kata dokter Mughni di lokasi pengobatan gratis Undip ini.

Dalam pada itu Wakil Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undip Bidang Penelitian Prof. Dr. Agus Subagio, S.Si., M.Si. mengemukakan, apa yang dilakukan tim LPPM dengan para dokter ini adalah sebagai wujud dari sejumlah program yang dicanangkan LPPM dan beberapa diantaranya diimplementasikan di warga desa Gulon ini. Lembaga yang dipimpinnya juga ingin hadir melakukan pendampingan masyarakat. Ini penting agar suatu ketika saat ada bencana masyarakat lebih sigap menghadapinya. Kesiapsiagaan atas bencana ini tentu pada gilirannya akan meminimalisir dampak bencana. “Kami terus akan memantapkan komitmen kami untuk program pengabdian kepada masyarakat seperti ini serta sesuai kebutuhan masyarakat lainnya,” ujar Prof. Agus yang akrab disapa Asub.