Universitas Diponegoro merupakan PTNBH yang terus bergerak menciptakan invensi teknologi dari hasil riset dan pengembangan, serta telah menghasilkan produk-produk inovasi di bidang rekayasa teknik, elektrik, pertenakan dan pangan, kelautan dan perikanan, serta kesehatan dan farmasi. Undip juga mendorong percepatan hilirisasi hasil riset, khususnya alat kesehatan dan farmasi agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat sekaligus merupakan wujud komitmen Undip dalam mendukung program prioritas Pemerintah untuk mewujudkan kemandirian produksi alat kesehatan dalam negeri.

Upaya hilirisasi hasil riset, khususnya bidang kesehatan dan farmasi dilakukan Undip melalui kerjasama, baik dengan pemerintah maupun dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri. Ini dilakukan sebagai salah satu upaya mengimplementasikan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi dalam Rangka Menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. Upaya hilirisasi hasil riset juga dilakukan sebagai bentuk pelaksanaan atas Peraturan Rektor Universitas Diponegoro Nomor 30 Tahun 2020 tentang Tata Kelola dan Pengalihan Kekayaan Intelektual serta Hasil Penelitian, Pengembangan, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat di Undip.

Sejalan dengan itu, dan sebagai wujud penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis antara Universitas Diponegoro dengan pihak Industri sebagai kontribusi terhadap pencapaian 8 (delapan) Indikator Kinerja Utama (IKU) serta hilirisasi dan komersialisasi produk karya inovasi, Undip, melalui Direktorat Inovasi dan Kerja Sama Industri dan Biro Inovasi dan Kerja Sama turut serta mengikuti  peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 Tahun 2022 dengan tema “Pameran Bangga Produk Inovasi dan Teknologi Kesehatan dalam Negeri dalam Mendukung Transformasi Sistem Kesehatan”, yang diinisiasi oleh Undip (DIRGA Technovation), UI (IMEGA Technopark) , GAKESLAB dan Kementerian Kesehatan.

Sebagai rangkaian dari kegiatan tersebut Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan bermaksud mengadakan kegiatan Business Matching Hasil Riset Alat Kesehatan pada hari Sabtu, 5 November 2022 pukul 09.00 sampai dengan pukul 15.00 WIB yang bertempat di Hall 2, 3, dan 3A Indonesia Convention Exhibition BSD Jalan BSD Grand Boulevard, Tangerang, Banten. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Inovasi dan Kerja Sama Industri Undip, drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D. dalam sambutannya secara daring menyampaikan bahwa kerja sama yang erat antara Perguruan Tinggi (PT), DUDI dan Pemerintah sangat dibutuhkan untuk mewujudkan kemandirian alat kesehatan (alkes). Business Matching  ini merupakan sarana pertemuan, perkenalan dan penjajakan kerjasama antara Perguruan Tinggi dan calon mitra industri, baik untuk hilirisasi alat kesehatan produk hasil riset yang sudah ada maupun untuk hulunisasi. Terkait dengan hulunisasi, DUDI dapat menyampaikan permasalahannya kepada PT untuk diselesaikan melalui suatu reverse engineering atau pengembangan bersama suatu produk Alkes.

Pernyataan Direktur Inovasi dan Kerja Sama Industri Undip tersebut disetujui dan didukung oleh Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Dr. Dra. Lucia Rizka Andalucia, Apt, M.Pharm, MARS yang dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa untuk R&D, pengusaha dapat mempercayakan kepada PT. Dan untuk komersialisasinya dapat dikerjasamakan bersama. Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa Business Mathcing sangat bermanfaat bagi perguruan tinggi yang merupakan institusi yang memiliki sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan riset inovasi maupun rekayasa serta industri yang merupakan pihak yang bertemu baik langsung serta tidak langsung dengan pasar hasil riset dan inovasi, serta menjadi pihak yang memiliki pemahaman kebutuhan masyarakat dan industri utamanya di dunia alat kesehatan dan farmasi.

Dalam kegiatan Business Matching tersebut Universitas Diponegoro juga mengirimkan 5 (lima) orang perwakilannya yaitu Dr. I Made Bayu Dirgantara, S.E., M.M. (Wakil Direktur Inovasi dan Kerja Sama Industri); Suhartini, S.Kp., MNS. Ph.D. dan Rizal Mustofa dengan karya inovasi Stetoskop Digital, Myomes, Tangan Robot, dan inovasi lain dari Center for Bio Mechanics Bio Material Bio Mechatronics And Bio Signal Processing (CBIOM3S), Prof. Jamari, S.T., M.T., Ph.D. yang diwakili oleh Mohamad Izzur Maula dengan karya inovasi Oxyonizer dan inovasi lain dari Unidp Biomechanics Engineering & Research Centre (UBM-ERC), dan Dr. drh. Martini, M. Kes. yang diwakili oleh Derico Hitipeuw dengan karya inovasi Vaccine Cooler Box dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM).

Acara Business Matching tersebut juga dihadiri oleh 39 peserta lain dari industri dan distributor alat kesehatan serta peserta dari 5 (lima) perguruan tinggi yang terdiri dari Universitas Diponegoro, Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Sumatra Utara dan Institut Teknologi Indonesia. Dalam acara tersebut, Undip dilamar oleh lebih dari 15 perusahaan yang bergerak di bidang farmasi dan alat kesehatan di seluruh Indonesia, diantaranya Konimex, Medtek, PT Graha Teknomedika (GTM), PT Hospiniaga,  PT Kalmed Sejahtera, PT Miconos, dll. Peserta dari universitas menempati meja yang telah disediakan sedangkan peserta dari perusahaan berputar dari meja ke meja. Waktu business matching adalah 8 menit dimana 6 menit untuk berdiskusi dan 2 menit untuk mengisi form evaluasi. Perusahaan dan perwakilan inventor dari Undip saling bertukar kontak untuk persiapan “ta’aruf” (pendekatan kedua belah pihak) untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai hilirisasi, hulunisasi, R&D, dan peluang kerjasama lainnya.

Langkah selanjutnya dari kegiatan Business Matching adalah dengan “melamar”. Maksudnya, Undip akan mengundang, mengumpulkan dan mempertemukan para peneliti dengan para DUDI untuk mewujudkan dan menyelesaikan serta memberikan solusi terhadap kebutuhan produk khususnya alat kesehatan dan farmasi khususnya yang memeliki TKDN lebih tinggi dari produk yang ada saat ini dan yang lebih banyak dipenuhi oleh para pemasok dari luar negeri dalam waktu dekat.

Dengan bertemunya kedua belah pihak dalam Business Mathcing ini, diharapkan didapatkan informasi yang luas serta lebih baik terhadap masing masing pihak. Dengan memahami satu dengan lainnya maka diharapkan adanya kerjasama baik yang sifatnya riset pengembangan produk baru maupun melakukan rekayasa produk yang sudah ada untuk dibuat secara lebih efisien dan terjangkau serta melihat kemungkinan dikembangkan (YN)

Share this :