, ,

Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Ilmu Komunikasi UNDIP: Peran Guru Mengedukasi Orang Tua dan Murid Cegah Penyebaran Konten Pornografi

Peran guru sangat strategis dan pada garda utama dalam mencegah dan menangkal konten negatif termasuk pornografi. Melalui literasi digital, para guru dapat ambil peran yang lebih baik. Literasi digital makin diperlukan seiring dengan perkembangan teknologi internet akhir-akhir ini yang menyisakan problematika dampak negatif pada murid.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat para dosen dari departemen ilmu Komunikasi Fisip Undip hadir di tengah para guru PAUD dan SD Karakter Pelangi Nusantara, Semarang, Sabtu siang (10/6). Para dosen mengadakan kegiatan literasi digital bagi para guru sekolah di Semarang. Kegiatan berlangsung di sekolah Karakter Pelangi Nusantara, Sampangan Semarang.

“Media digital saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat terutama anak-anak dan remaja. Media digital ini memiliki dampak terhadap anak-anak dan remaja, dan kami kuatir dampak negatif dari media digital ini,” kata Agus Naryoso, S.Sos., M.Si. yang menjadi pemateri pertama kegiatan  literasi digital ini.

Primada Qurota Ayu, S.Sos., M.Si., dosen ilmu komunikasi Undip lainnya menyebut, dalam berbagai riset yang di cermatinya, sejumlah murid mengakses informasi yang tidak sepantasnya mereka lihat seperti pornografi. Dari hasil temuan ECPAT Indonesia di 6 Kota pada tahun 2017 lalu, terkuak fakta bahwa anak-anak terpapar konten pornografi melalui ponsel pintar. Komisi Perlindungan Anak Indonesia mencatat bahwa dari 4.500 pelajar SMP dan SMA di 12 kota, jumlah yang mengakses konten pornografi mencapai 97 persen. Dari fakta tersebut maka perlu dilakukan pencegahan dimulai dari guru dan sekolah dalam memberikan pendidikan dan pemahaman kepada anak-anak.

Para guru antusias berdiskusi dalam sesi tanya jawab kegiatan Literasi Digital di PAUD dan Sekolah Karakter Pelangi Nusantara Semarang.

“Literasi Digital sendiri pada dasarnya adalah segenap aktivitas berbagi pengetahuan dan kecakapan menggunakan media digital seperti alat komunikasi atau jaringan lainnya dalam mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi dan memanfaatkannya,” urai Dr. Adi Nugroho, M.Si. yang menjadi pembicara ketiga. Dosen pada prodi Ilmu Komunikasi Undip Dr. Adi   Nugroho, M.Si, kemudian  mengajak para guru untuk aktif berbagi pengalaman selama menjadi pendidik  guna mengambil peran mengatasi dampak buruk internet dan media digital ini, sekalipun tidak dipungkiri  sebenarnya banyak dampak positif yang diperoleh guru dan murid dari keberadaan  media digital dan internet ini,” terang Adi.

Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Ilmu Komunikasi mengadakan literasi digital ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai pentingnya literasi digital, terutama karena para guru bersinggungan langsung dengan murid yang rentan terpapar konten pornografi.

 Dengan literasi digital ini, maka kita makin mengetahui dampak positif dan negatif dari media digital yang perlu kita sikapi sejara bijak. Dengan memiliki pengetahuan mengenai literasi digital maka diharapkan menggunakan media digital untuk kepentingan yang bermanfaat dan tidak menyalahgunakannya.

“Bijak dalam menggunakan media sosial sangat perlu dilakukan karena jika salah menggunakan media sosial bisa berimplikasi hukum misalnya dipidana karena bertentangan dengan UU ITE,” tegas Primada Qurota Ayu. Pelanggaran UU ITE dapat masuk ke ranah hukum berakibat hukuman yang cukup berat.

Saat sesi diskusi dan berbagi pengalaman  dengan para  guru PAUD dan SD Karakter Pelangi Nusantara, sejumlah pandangan para guru sangatlah menarik dan sangat perlu untuk segera dicarikan solusi terbaik. Sebagian para murid kita ternyata sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja menggunakan gadget dan HP mereka.  Dari kegiatan literasi digital ini pihak sekolah berharap ada sinergi dan kerjasama yang baik antara guru dan orang tua untuk ikut mengedukasi para murid, sehingga ke depan murid kita makin menjadi murid yang baik dan berkarakter.

Para guru diharapkan dapat memberikan literasi digital kepada anak-anak di sekolah dan tentu orang tua juga mendukungnya di rumah. “Harus ada kerjasama yang baik keduanya,” ujar Adi Nugroho.

Terkait dengan literasi digital ini, sekolah merupakan salah satu tempat yang mempunyai peran vital dalam proses pembentukan dan pengembangan pengetahuan dan mental peserta didik yang pada akhirnya menjadi peserta didik yang berkarakter. Sekolah memegang peran yang sangat penting dalam mendorong peningkatan daya pikir dan intelektualitas murid dan memberi pengalaman  psikologi yang baik bagi anak didik.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tim dosen dari Departemen ilmu  Komunikasi FISIP Undip ini dibuka oleh ketua Yayasan PAUD dan Sekolah Karakter Pelangi Nusantara Semarang, Sri Kusmiyati. Sri Kusmiyati mengapresiasi peran para dosen ilmu Komunikasi Undip yang bersinergi dengan pihak sekolah berupaya menjadikan dunia Pendidikan  kita utamanya anak-anak sekolah makin berkarakter baik.

“Materi yang disampaikan para dosen penting bagi acuan para guru kami, agar dapat berperan dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh guru atau orang tua  murid disini,” kata Sri Kusmiyati.

Kepala Sekolah Nurun Hikmah, S.Pd., M.Pd., juga berkomitmen untuk terus mengedukasi para muridnya dalam menggunakan gadget serta konten-konten apa saja yang mereka akses. “Kami sangat memerlukan dukungan para orang tua pula, karena tentu murid sebagian besar waktunya juga berada bersama para keluarga dan lingkungan sebaya mereka,” harapnya. Memberikan edukasi dan pemahaman kepada anak tentang konten-konten yang sepantasnya dilihat dan sebaliknya apa yang tidak pantas.

“Salah satu caranya sebenarnya para orang tua dan guru dapat dengan mengunduh beberapa aplikasi yang dapat mengontrol akses internet anak-anak,” terang Agus Naryoso.

Para guru yang antusias dalam diskusi dengan pemateri literasi digital ini pada intinya menandaskan perlunya makin ditingkatkan komunikasi antara orang tua, anak dan para guru. Kerjasama ini harus dibangun dan bahkan dalam kurun waktu yang tak terbatas. “Anak didik bersama dengan kami para guru pagi hingga sore, selebihnya bersama keluarga dan teman sebaya mereka. Jadi tentulah ini membutuhkan kerjasama yang makin terjalin baik,” ungkap Kepsek Nurun Hikmah, S.Pd., M.Pd.

Share this :

Category

Arsip

Related News