Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diadakan Universitas Diponegoro (Undip) bukan sekadar sebuah kewajiban akademis yang diberikan kepada mahasiswa, tetapi juga sebuah panggilan untuk memberikan kontribusi yang positif pada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman praktis di lapangan, tetapi juga dapat mengabdi pada masyarakat dengan membangun solusi yang berkelanjutan. Salah satu contoh nyata pengabdian ini adalah melalui proyek mewujudkan ruang pembelajaran ideal melalui redesain gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Memiliki ruang pembelajaran yang efektif dan memadai merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Fasilitas yang dirancang dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan anak-anak mampu menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, memotivasi, dan memudahkan proses pembelajaran.

Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kayla Taffania Faridh, mahasiswa Arsitektur Universitas Diponegoro melakukan redesain PAUD dengan pendekatan partisipatif bersama pengurus PAUD dan perangkat desa. Melalui diskusi dan pertemuan dengan pihak-pihak terkait, mahasiswa KKN berusaha memahami lebih mendalam tantangan dan kebutuhan yang dihadapi oleh PAUD tersebut. Oleh karena itu, redesain gedung PAUD di Desa Wonosari merupakan awal investasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Sebelum melakukan redesain, mahasiswa melakukan diskusi untuk mengetahui kondisi lokasi dan kebutuhan-kebutuhan yang perlu dipenuhi agar dapat meningkatkan proses pembelajaran. Selanjutnya, mahasiswa melakukan pengukuran bangunan dan tanah di lokasi agar mendapatkan data primer untuk membuat desain gedung/fasilitas PAUD. Setelah itu pengukuran didapatkan, mahasiswa membuat aset-aset yang dibutuhkan untuk mengrealisasikan inisiatif redesain PAUD.

Di akhir kegiatan, mahasiswa KKN memberikan aset-aset yang dapat menjadi modal atau investasi bagi PAUD mulai dari desain gambar denah, model 3d building, dan rendering PAUD dengan ukuran kertas A3 kepada sekretaris desa sebagai arsip desa untuk pembangunan selanjutnya dalam membangun fasilitas pengajaran PAUD yang lebih efektif. Harapannya, melalui kegiatan ini menjadi langkah awal bagi desa untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dengan perancangan ulang fasilitas/bangunan Gedung di institusi pendidikan terkait. (Kayla ed. As & Ut/Humas)

Penulis: Kayla Taffania Faridh (Arsitektur – Fakultas Teknik)

Share this :