DIPO AJISAKA TEAM yang beranggotakan Samsu Adi Nugroho, Tesalonika Br Ginting, dan Muhammad Dikri Fadilah, mahasiswa-mahasiswi Teknik Sipil Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro berhasil menorehkanprestasinya dalam Lomba WYIE (World Young Inventors Exhibition) yang diselenggarakan dengan ITEX Malaysia. ITEX adalah International Platform bagi para Penemu dari Malaysia dan Internasional serta para ilmuan penelitian untuk mempresentasikan dan memperkenalkan temuan serta inovasi yang mereka ciptakan ke masyarakat lokal dan komunitas bisnis yang tertarik dengan penemuan-penemuan unik tersebut. WYIE berfokus pada para penemu-penemu muda dari berbagai institusi internasional yang datang dari berbagai negara di Asia seperti; Malaysia, Indonesia, Thailand, Taiwan, Kyrgyzstan, Korea Selatan, Afghanistan, dan lain-lain.

Tim Dipo Ajisaka berhasil membawa medali perak dari WYIE dan medali WIIPA yang khusus diberikan dari salah satu Platform Penelitian dari Taiwan.

Lomba ITEX’18 berlangsung pada tanggal 10-12 Mei 2018 di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia. Tim Dipo Ajisaka mempresentasikan temuan berjudul “Hexalock Brick”. Hexalock Brick adalah inovasi material tahan gempa pengganti batu bata merah. Hexalock Brick adalah bata berbentuk segi enam (hexagonal) dengan sistem 6 interlock dengan prinsip pemasangan seperti lego sehingga tidak menggunakan mortar sebagai perekat.

Rangkaian Lomba ini diawali pada tanggal 10 Mei 2018 dengan opening ceremony dan berlanjut ke penilaian oleh tiga dewan juri yang masing-masing datang dari negara yang berbeda, penilaian berupa presentasi produk dan sesi tanya jawab dengan Bahasa Inggris. Keesokan harinya pada tanggal 11 Mei 2018, dilakukan presentasi produk kepada masyarakat lokal dan komunitas bisnis yang hadir di rangkaian acara ITEX’18, dan di hari terakhir pada tanggal 12 Mei 2018 dilaksanakan awarding beserta penyerahan medali kepada para penemu muda dan Ilmuan yang memiliki karya unik dan dapat mempresentasikan temuannya dengan baik (TBrG).