Salah satu sektor yang terkena dampak cukup besar dari adanya pandemi COVID-19 adalah sektor peternakan unggas. Peternakan ayam kalkun banyak yang gulung tikar akibat wabah penyakit musim pancaroba, ada yang tutup karena tidak mampu membeli pakan dan adanya penurunan permintaan ayam kalkun dan daging kalkun secara drastis. Ada pula yang mengurangi populasi ayam kalkun yang dipelihara dan mengikuti permintaan pasar. Langkah penanganan dampak ekonomi terdampak pandemi COVID-19 pada peternakan ayam kalkun adalah menekan biaya produksi.

Universitas Diponegoro melalui program penguatan komoditas unggulan masyarakat peduli untuk membantu peternak kalkun binaan Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) untuk tetap eksis dan produktif dimasa pandemi. Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt, M.Si., IPM selaku ketua pelaksana kegiatan ini menyatakan bahwa bantuan pakan kalkun ini merupakan hasil dari penelitian dikampus yang sudah diaplikasikan dilapangan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas ayam kalkun dan mungkin baru pertama kali ada di Jawa Tengah. Ayam kalkun merupakan komoditas peternakan baru di Kota Kudus yang secara resmi muncul pada bulan Desember 2019 melalui diresmikannya Desa Undaan Tengah Kabupaten Kudus menjadi KAMPUNG KALKUN. “Kami berharap para peternak kalkun di wilayah Desa Undaan Tengah ini tetap berkreasi, bersemangat dan berinovasi disaat pandemik dan kami siap untuk mendampingi demi keberhasilan para peternak kalkun diwilayah undaan tengah pada khususnya dan kudus pada umumnya, ujar pria berambut cepak ini.
Ahmad Suyatno selaku perwakilan peternak binaan FPP UNDIP menyatakan terima kasih dan menyambut baik bantuan ini dan berharap Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP selalu mendampingi dan memberikan informasi yang up to date tentang budidaya kalkun sehingga kemajuan peternakan kalkun di Kabupaten Kudus dapat terwujud. Semoga dengan adanya interaksi peternak dan perguruan tinggi dapat meningkatkan pengetahuan dan pendapatan masyarakat khususnya peternak kalkun.