SEMARANG – Program Studi Teknik Geodesi (PSTG) Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (UNDIP) mematok target meraih akreditasi IABEE (The Indonesian Accreditation Board for Engineering Education) pada tahun 2021 ini. Proses untuk Akrediitasi Mandiri Pendidikan Teknik Indonesia tersebut menjadi bagian dari strategi mendukung Undip menjadi world class university.

Ketua Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (UNDIP), Dr Yudo Prasetyo ST MT, mengatakan pengajuan Sertifikasi IABEE sudah diajukan sejak tahun 2020 lalu. Bahkan proses assessment dan validasi sudah dilakukan pada November 2020. “Proses terus kami lakukan. Mudah-mudahan akhir bulan Maret ini ada keputusan finalnya,”kata Yudo Prasetyo, Senin (8/3/2021).

Meski tergolong masih muda, PSTG yang berdiri pada tahun 2004 dengan terbitnya Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No.3774/D/T/2004 tertanggal 15 September 2004 sudah menorehkan prestasi yang patut dibanggakan. “Salah satunya pada 2009 kami berhasil meluluskan alumni,” kata Yudo Prasetyo.

Lulusan PSTG dengan gelar kesarjanaan Sajana Tekni (S.T) ini akreditasinya juga terus diperbaiki. Sertifikat Akreditasi A dari BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) bisa diperoleh pada tahun 2018. Departemen Geologi Fak Teknik Undip juga sudah memperoleh Sertifikasi K3 dan sudah meraih ISO 9001:2015 utk manajemen mutu kependidikan.

Untuk memperkuat reputasi di era global, PSTG mentargetkan predikat unggul dengan mengajukan Akreditasi IABEE. Lembaga yang dibina oleh JABEE (Japan Accreditation Board for Engineering Education) ini dipilih karena reputasinya yang diakui. “IABEE sebagai organisasi independen nirlaba yang didirikan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) untuk menumbuhkembangkan budaya mutu dalam pengelolaan pendidikan tinggi di bidang teknik dan computing juga sudah diakui secara resmi oleh Pemerintah Republik Indonesia,” jelasnya.

Geodesi atau “Geodesy” secara umum didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan tentang pengukuran dan pemetaan pada permukaan bumi. Dalam perkembangan keilmuan dan teknologi, bidang ilmu geodesi berafiliasi dengan “geomatika atau geomatics”. Sub bidang dalam geodesi meliputi Geodesi Teliti, Terestris, Fotogrametri, Pengindraan Jauh, Hidrografi, Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Pertanahan.

“Disiplin ilmu Geodesi sebagai ilmu pemetaan bumi mempunyai peranan yang penting di berbagai sektor pemerintahan dan industri dalam penyediaan data spasial untuk berbagai kegiatan teknis dan perencanaan sampai dengan pengambilan keputusan,” kata Yudo Prasetyo.

Ilmu akurasi penentuan posisi sangat penting dalam pemetaan maka di bidang geodesi terdapat berbagai metode akuisisi dan pengolahan data spasial yang menjadi inti dalam pembelajaran di Program Studi Teknik Geodesi ini. Integrasi teoritis dan praktik lapangan dalam akuisisi data spasial yang tepat menghasilkan kualitas data spasial yang akurat dan presisi menjadi modal keahlian bagi lulusan program studi ini, disamping pengembangan diri dan softskill menjadi tambahan yang menjadikan lulusan yang unggul.

Yudo Prasetyo mengungkapkan kebutuhan tenaga ahli yang berkualitas dan tanggap terhadap permasalahan geospasial masih sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan globalisasi maupun kegiatan pembangunan berkelanjutan kebutuhan sumber daya manusia. Dia menambahkan, pendidikan di PSTG FT Undip diarahkan menuju keunggulan kompetitif untuk menghasilkan profesional yang mampu merancang, membangun, mengoperasikan, dan menganalisis pekerjaan di bidang geospasial, terutama dalam penyediaan informasi geospasial yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

Kualitas pembelajaran di Program Studi Teknik Geodesi menuju ke arah yang lebih baik dan terus menata diri. Hal ini dibuktikan dengan capaian akreditasi Program Studi Teknik Geodesi sampai denga tahun 2019, Program Studi Teknik Geodesi memperoleh Akreditasi A berdasarkan SK BAN-PT No. 929/SK/BAN-PT/Akred/S/IV/2018. Dan bersiap diri menjadi akreditasi Unggul dalam proses akrediatsi IABEE.

Untuk prospek kerja, Yudo mengungkapkan besarnya peluang kerja di berbagai sektor dan Instansi Pemerintah antara lain Badan Pertanahan Nasional (BPN), Badan Informasi Geospasial (BIG), LIPI, BPPT, Lembaga Oceoanografi Nasional, Direktorat Pajak Bumi Bangunan, Departemen Pekerjaan Umum, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, BAPPEDA baik di Propinsi maupun Kabupaten/Kota, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Instansi Militer (TNI/POLRI) dan lain-lain. “Waktu tunggu lulusan mendapat kerja kurang lebih atau sama dengan 3 bulan. Itu berdasarkan tracer studi sampai tahun 2018,” pungkas Yudo Prasetyo.