“Internet atau online communication menjadi isu yang belum selesai. Media online pun berbeda dengan media konvensional, kehadiran media online menjadi sesuatu yang positif bagi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Perkembangan teknologi komunikasi ini tentu mempunyai peran penting termasuk dalam Corporate Brand dan Personal Brand. Personal branding adalah kunci untuk membangun dan mengembangkan jutaan professional, sedangkan corporate branding merupakan penerapan penggunaan nama perusahaan sebagai merek produk, dan nama perusahaan digunakan sebagai penjamin kualitas produk atau jasa yang diberikan oleh organisasi atau perusahaan. Webinar ini akan membahas lebih dalam mengenai Strategi Penyelarasan Brand dan Personal Brand” Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Yanuar Luqman, S.Sos., M.Si., Ketua Prodi Magister Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro dalam sambutannya pada acara Webinar Nasional Online Reputation Management: Strategi Penyelarasan Brand dan Personal Brand (16/3).

Hadir sebagai narasumber Dr. Hifni Alifahmi, M.Si., IAPR (Pemerhati Komunikasi Korporat Public Relations, Komunikasi Pemasaran, Dosen/Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Jakarta). Ia menuturkan sebuah merek atau brand merupakan persepsi yang berasal dari pengalaman atau informasi suatu produk karena itu mereklah yang membedakan suatu produk dengan yang lain. Sedangkan branding adalah proses penciptaan citra merek (brand image) yang mampu mengikat atau menyentuh hati (hearts) dan alam pikiran (minds) para pelanggan, dan itu pertanda sudah waktunya perlu rebranding.

Sedangkan untuk membangun reputasi perusahaan menjadi kuat dan baik bagi para pembeli dan konsumennya, adalah dengan kampanye yang menekankan pada atribut vision and leadership, social responbility, emotional appeal, product and service, workplace environment dan financial performance.

“Kita perlu memetakan dan mengetahui posisi merek atau brand position dibandingkan para pesaing di alam pikiran para pelanggan, calon pelanggan, serta di mata para pemangku kepentingkan atau stakeholder. Tahapannya adalah identifikasi, lalu seleksi atribut andalan, komunikasi atribut utama tersebut untuk menciptakan diferensiasi merek” jelasnya. (Lin-Humas)