Universitas Diponegoro (Undip) baru saja menerima penghargaan dari Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pada Jum’at (10/06) pukul 13.00 WIB bertempat di Ruang Teater lantai 4, Dekanat Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip).

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi peduli tata ruang dan pelaksanaan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) khususnya Direktorat Jenderal Tata Ruang Tahun 2022. Universitas Diponegoro dinilai sebagai Perguruan Tinggi yang berprestasi dan turut aktif dalam penyelenggaraan program tersebut.

Pada kesempatan ini turut hadir Dekan Fakultas Teknik, para Wakil Dekan Fakultas Teknik, para Ketua Departemen Fakultas Teknik, Koordinator MBKM Undip, segenap Pimpinan di lingkungan Undip, Sekretaris Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) beserta jajarannya, dan para Mahasiswa peserta program MBKM Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Dalam sambutannya Dekan Fakultas Teknik Undip Prof. Ir. Mochamad Agung Wibowo, M.M., M.Sc., Ph.D., menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ATR/BPN, khususnya Direktorat Jenderal Tata Ruang. “Kami mengucapkan terima kasih dengan Pak Farid selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Tata Ruang dan Kementerian ATR/BPN yang telah menjadikan sesuatu ini menjadi suatu program yang sangat indah, ini ternyata mendapat sambutan luar biasa dari Direktorat Jenderal Tata Ruang.” ungkapnya.

Dengan adanya program MBKM dari Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN diharapkan dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa. “Kami berusaha untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa. Saya selalu sampaikan jangan puas hanya dengan ijazah dan transkrip nilai, carilah sertifikat keahlian dan carilah pengalaman dengan magang, ini sangat luar biasa.” jelas Prof. Agung.

Selain itu, Prof. Agung berharap kerja sama dengan Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN dapat terus diperluas dan ditingkatkan karena selaras dengan visi Fakultas Teknik, yakni menjadi Fakultas yang unggul berbasis riset. Dengan kerja sama ini akan menimbulkan sinergi antara Perguruan Tinggi, Pemerintah, dan industri sehingga dapat mengatasi persoalan secara bersama-sama.

“Mari kita rapatkan barisan. Dan untuk para Ketua Departemen untuk bisa memperluas kerja sama karena tadi Pak Farid selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Tata Ruang sudah mengatakan nanti akan diperluas tidak hanya untuk Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota tapi bisa untuk Prodi Elektro, Teknik Komputer, Teknik Kimia, Geodesi, dan Prodi yang lainnya itu bisa langsung ikut program ini dan ini menjadi sesuatu yang luar biasa untuk bisa diikuti.” pungkas Prof. Agung.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Farid Hidayat, S.T., M.T., mengungkapkan penghargaan yang diberikan kepada Undip adalah berdasarkan dari hasil penilaian dari beberapa kriteria. “Kami mengucapkan terima kasih dan mau menyerahkan piagam penghargaan dari Bapak Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) kepada Universitas Diponegoro atas partisipasinya dalam program MBKM INSPIRING ini.” ucapnya.

“Ada sejumlah kriteria yang digunakan dalam penilaian ini, dari sekian banyak Perguruan Tinggi yang berpartisipasi, kemudian tim dari Direktorat Jenderal Tata ruang melakukan evaluasi dan penilaian. Rupanya dari sekian Perguruan Tinggi, penghargaan ini jatuh kepada Universitas Diponegoro.” ungkap Farid.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) turut mendukung program MBKM yang dirancang Pemerintah melalui Intership in Spatial Planning for Regional and National Growth (INSPIRING). Kegiatan utama dari program ini yaitu penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Dari evaluasi ini Farid berharap ada peningkatan dan perluasan program MBKM, bukan hanya di satu Prodi saja namun bisa diperluas ke Prodi lainnya. “Kami berharap nanti dari Prodi lain juga bisa berpartisipasi dalam program MBKM. Kami sangat berharap kedepan kerja sama dan partisipasi ini bisa ditingkatkan agar proses Link and Match dapat berlangsung dan dapat berkesinambungan. Jadi kita menjembatani antara dunia kampus dengan dunia kerja lewat program MBKM ini.” jelasnya.