Menjadi mahasiswa adalah golden time untuk generasi muda, di mana fase tersebut membuka banyak kesempatan besar di berbagai bidang yang hanya dapat dilakukan di usia produktif, salah satunya yaitu peluang untuk berorganisasi. Bukan hanya mempelajari materi perkuliahan saja, untuk menjadi SDM yang handal dan adaptif di DUDI (Dunia Usaha Dunia Industri), mahasiswa harus memiliki soft skill seperti komunikasi yang baik, jiwa leadership, kemampuan negosiasi, serta problem solving, dan kemampuan tersebut dapat diperoleh dengan pengalaman organisasi. Pemikiran inilah yang melatarbelakangi keputusan Bella Maria Brigitta, mahasiswi Fakultas Hukum Undip angkatan 2018 untuk terjun di dunia organisasi.

Mahasiswa yang resmi lulus pada Upacara Wisuda ke-167 Universitas Diponegoro ini aktif dalam Asian Law Students’ Association (ALSA), organisasi non-profit tingkat Asia bagi mahasiswa Hukum yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan hukum dan peraturan serta sebagai wadah membangun koneksi antar mahasiswa Hukum. Bella aktif menjadi Staff of Law Development Division pada Asian Law Students’ Association (ALSA) Local Chapter Universitas Diponegoro pada tahun 2019-2020.

Kemudian Bella menjabat sebagai Vice President of External Affairs pada Asian Law Students’ Association (ALSA) periode 2020-2021. Selain itu, Bella juga pernah menjadi delegasi dalam forum internasional mewakili ALSA Indonesia dalam Governing Council Meeting yang dihadiri oleh perwakilan dari 17 negara yang tergabung dalam ALSA, yakni pada ALSA Forum Jakarta 2020 dan ALSA Conference Mandalay 2021.

“Sebagai representatif ALSA Indonesia, saya membantu President ALSA Indonesia pada saat itu dalam melakukan pengambilan setiap keputusan mewakili ALSA Indonesia untuk ALSA Internasional, mendengarkan laporan pertanggungjawaban ALSA Internasional, dan pergantian kepengurusan ALSA Internasional,” ungkap Bella.

Mahasiswi Hukum Perdata Bisnis Undip ini mengaku bahwa dengan mengikuti organisasi berbasis internasional memberikan banyak dampak positif untuk pengembangan dirinya. Pengembangan diri yang dimaksud adalah melatih soft skill dan time management. “Berkomitmen untuk menjadi bagian dari organisasi, saya harus bertanggung jawab atas diri sendiri, kewajiban kuliah dengan segala tugas dan ujiannya, tapi tidak meninggalkan tanggung jawab di organisasi,” kata Bella menceritakan pengalamannya.

Yang tidak kalah penting dari ilmu pembelajaran di bangku kuliah yaitu membangun relasi dan mengenal banyak orang. “Karena ALSA merupakan organisasi internasional jadi relasi yang saya dapatkan bukan hanya sekedar mahasiswa dan alumni Universitas Diponegoro saja, tapi juga dari ALSA universitas lain bahkan di negara Asia lainnya,” tutur Bella.

Meskipun aktif dalam kegiatan organisasi tingkat nasional dan internasional, Bella mampu menjalankan kewajibannya dengan baik dibuktikan dengan kelulusannya pada Wisuda ke-167 Universitas Diponegoro dan memperoleh predikat cumlaude dengan IPK 3.77.

“Untuk teman-teman yang masih kuliah dan berorganisasi, nikmati saja kegiatannya walaupun dibayar dengan rasa lelah. Ingat semua yang dijalani pasti ada manfaatnya dan manfaat yang didapat dari berorganisasi itu banyak dan tidak akan percuma. Manfaat itu tidak bisa datang sendiri, tapi harus dicari dan dikejar, semangat teman-teman,” pesan Bella kepada teman-teman mahasiswa.