Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (FT Undip) mewujudkan kerja sama pendidikan dengan Pukyong National University Korea Selatan (PKNU) pada Senin, 16 Januari 2023 bertempat di Ruang Teater lantai 4 Dekanat FT Undip. Kerja sama pendidikan antara dua institusi pendidikan ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) lalu dilanjutkan dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) untuk 4 Departemen di Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang meliputi Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Industri, dan Teknik Perkapalan.

Turut hadir pada kesempatan ini Dekan FT Undip, Wakil Dekan FT Undip, Kepala Departemen, Manajer dan Supervisor di lingkungan FT Undip, serta Dean of College of Engineering Pukyong National University, dan Head of Renewable Energy System Lab. Pukyong National University.

Dalam penandatanganan MoA ini, pihak Fakultas Teknik Undip diwakili oleh Dekan FT Prof. Ir. Mochamad Agung Wibowo, M.M., M.Sc., Ph.D., dan dari pihak Pukyong National University diwakili oleh Prof. Jei Pil Wang Ph.D. selaku Dean of College of Engineering Pukyong National University dan Prof. Choi Kwang Hwan, Ph.D. yang menjabat sebagai Head of Renewable Energy System Lab. Pukyong National University.

Dekan FT Undip Prof. Ir. Mochamad Agung Wibowo, M.M., M.Sc., Ph.D., mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan Pukyong National University sejalan dengan visi Fakultas Teknik Undip. “Alhamdulillah ini sudah sesuai dengan visi Fakultas Teknik yakni menjadi Fakultas yang unggul di tingkat Internasional berbasis riset.” ungkap Prof. Agung.

Kegiatan ini menjadi bentuk kepercayaan dunia internasional atas kompetensi dan komitmen FT Undip dalam hal riset. Selain itu, kolaborasi ini turut mendukung program pemerintah dalam upaya percepatan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Acara kemudian dilanjutkan dengan serah terima hibah berupa alat Solar Dessicant Cooling/Heating System by using Photovoltaic Thermal Collector dari Pukyong National University kepada FT Undip. Alat ini nantinya digunakan untuk menggantikan AC yang boros energi. Dengan menggunakan tenaga surya, alat laboratorium ini akan melakukan efisiensi kerja AC dan diklaim memiliki tingkat efisiensi 50-70%.

Dengan menggunakan energi surya akan menggerakan fluida dessicant sebagai pengatur kelembaban udara. Setelah kelembaban udara turun, kemudian ruangan baru didinginkan menggunakan AC dengan daya yang lebih rendah dibandingkan AC yang ada saat ini.

Rencananya akan digunakan di Fakultas Teknik Departemen Teknik Mesin sebagai bahan uji coba sebelum diproduksi secara massal. “Alat ini nantinya dipakai di Fakultas Teknik Departemen Teknik Mesin sebagai salah satu sarana untuk uji coba. Karena mereka akan memproduksi alat ini lebih banyak, sehingga perlu uji coba dengan kondisi kelembaban yang tinggi dan suhu yang panas seperti di Indonesia, serta akan melibatkan beberapa dosen dan mahasiswa kami untuk bisa terlibat dalam riset tersebut.” jelas Prof. Agung.

Prof. Agung menambahkan dengan adanya kolaborasi ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kedua pihak dan mendorong terwujudnya kerja sama lainnya.

Share this :