SDGs Center Universitas Diponegoro (Undip) bekerja sama dengan DJPPR Kementerian Keuangan RI menyelenggarakan SDGs Talks Goes to Semarang bertema “Financing the SDGs’ Decade of Actions” pada Kamis, 15 Juni 2023 pukul 09:00 WIB di Engineering Hall, Gedung Dekanat Fakultas Teknik lantai 5 Undip. Tujuan dari acara ini adalah untuk meningkatkan awareness kepada publik tentang pentingnya dan kemajuan Pembiayaan SDGs (Sustainable Development Goals/Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) Indonesia selama Dekade Aksi.

Salah satu program pemerintah untuk mencapai target SDGs yakni dengan menerbitkan SDG Bond, Surat Utang Negara (SUN) yang dialokasikan khusus pada kegiatan-kegiatan yang mendukung pencapaian SDGs. Sesuai SDG Bond Allocation and Impact Report, proyek yang dilaksanakan dengan pendanaan SDG Bond mencakup SDG 3: Good health and well-being, SDG 4: Quality education, dan SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure.

 Deni Ridwan, Direktur Surat Utang Negara, DJPRR, Kementerian Keuangan RI dalam kesempatannya menyebutkan bahwa pandemi mengakibatkan target pencapaian SDGs menjadi off-track terlebih di bidang kesehatan. “Indonesia punya tools dan resource untk mencapai SDGs melalui dana APBN dan public sector. Semoga visi kita semua seirama untuk Indonesia menuju pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya.

 Nila Murti, ASSIST JP National Project Manager-UNDP Indonesia menjelaskan pembangunan inklusif melibatkan semua pihak sesuai 4 pilar SDGs yaitu pilar pembangunan sosial, ekonomi, lingkungan, serta hukum & tata kelola.

Dekan Fakultas Teknik Undip, Prof. Ir. M. Agung Wibowo, M.M. M.Sc., Ph.D menegaskan bahwa kita perlu waspada dengan perubahan fenomena yang sangat cepat. “Sesuai salah satu kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, maka mata kuliah dengan pelajaran bertema SDGs diajarkan kepada mahasiswa,” kata Prof. Agung.

Pada sesi presentasi, materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. -Ing. Wiwandari Handayani, S.T., M.T., MPS selaku Koordinator Bidang Kemitraan dan Penguatan Kelembagaan SDGs Center Undip. Bertema Towards 2030: The Urgency to Act for Sustainable Development Goals (SDGs), dirinya menyebutkan bahwa SDGs adalah komitmen global dan komprehensif untuk semua negara. “Triple bottom line pembangunan berkelanjutan adalah pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan penatalayanan lingkungan yang melibatkan manusia (people), alam (planet), serta keuntungan (profit/benefit) menuju sustainability,” jelasnya.

Pemateri kedua, Dr. Sanjoyo, M.Ec S.T., M.T., MPS selaku Manager Pilar Pembangunan Sosial, Sekretariat Nasional SDGs Kementerian PPN/BAPPENAS membahas Strategi Pembiayaan SDGs di Indonesia. Menurutnya, pendanaan inovatif adalah salah satu tindak lanjut penguatan SDGs dalam mencapai agenda Indonesia Berkelanjutan pada 2030. “Pengintegrasian inisiatif pembiayaan perlu dilaksanakan, contohnya dengan SDGs Financing Hub,” kata Dr. Sanjoyo.

Acara dilanjutkan dengan talkshow bertajuk Building and Sustaining Partnership for SDGs. Subkoordinator Ekstensifikasi Padi Tadah Hujan dan Lahan Kering/Fungsional PMHP Ahli Muda, Putu Surya Dhana; Koordinator Pembinaan Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Gilang Amaldi, B.Eng, M.M.; Program Manager Inisiatif Kota untuk Perubahan Iklim (IKUPI), Mega Anggraeni; dan Dekan Fakultas Teknik Undip, Prof. Ir. M. Agung Wibowo, M.M. M.Sc., Ph.D menjadi narasumber dalam talkshow ini.

Pembahasan yang didiskusikan antara lain seputar perkembangan pencapaian SDGs dalam berbagai sektor, strategi pencapaian SDGs dengan pembiayaan, supply sumber daya pangan bergizi sebagai bentuk awal pencegahan stunting dari sebelum bayi lahir, penanganan krisis pangan, serta menciptakan SDM unggul menuju Indonesia yang lebih baik. (Titis – Public Relations)

Share this :