“Perbaikan pemeringkatan Webometrics Universitas Diponegoro bisa dioptimalkan pada indikator visibility pertimbangan bobot 50% dan potensi untuk memperbanyak konten blacklink yang tidak terbatas dan bisa dilakukan lebih cepat. Indikator transparency atau google scholar 10% dan excellence 40% sangat bergantung pada potensi penelitian dan publikasi,” ungkap Wakil Rektor Komunikasi dan Bisnis Universitas Diponegoro,  Prof. Budi Setiyono, S.Sos., M.Pol.Admin., Ph.D. dalam sambutannya pada acara Pendampingan Standarisasi Website di lingkungan Undip yang diselenggarakan oleh Biro Komunikasi dan Bisnis di Noormans Hotel Semarang, Kamis (23/11).

Prof. Budi menyampaikan Webometrics adalah pemeringkatan universitas bukan pemeringkatan situs web universitas. Webometrics menggunakan indikator metrik web dan metrik penelitian (Bibliometrics). Tujuan utamanya untuk mempromosikan akses terbuka terhadap pengetahuan yang dihasilkan oleh universitas.

Hadir sebagai narasumber Septi Wulandari, S.Sos., M.I.Kom selaku Produser (Redaktur) iNews media yang memaparkan materi dengan judul “Membangun Pesan yang Kuat Melalui Website”.

Septi Wulandari, S.Sos., M.I.Kom selaku narasumber memaparkan materi tentang “Membangun Pesan yang Kuat Melalui Website”

Septi memberikan tips untuk membuat tulisan yang menarik antara lain: judul menarik, gaya penulisan menarik, menyertakan fakta dan data, pendahuluan kuat, serta fokus pada nilai yang dijunjung universitas.

“Judul yang menarik adalah judul yang singkat, jelas, menggunakan kata-kata yang membangkitkan rasa ingin tahu, dan hindari judul yang terlalu panjang,” katanya.

“Gunakan gaya penulisan yang ramah, mudah dipahami oleh pembaca umum, sertakan juga unsur narasi yang menarik dan membentuk gambaran yang kuat. Selain itu pastikan fakta-fakta yang disajikan akurat dan diperoleh dari sumber terpercaya serta menggunakan kutipan langsung serta data statistik sebagai pendukung,” pungkasnya. (LW-Humas)

Share this :