Semarang – Jawa Tengah (5/12). Kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi pangan sehat memberikan peluang bagi UMKM untuk dapat memproduksi bahan-bahan pangan sehat. Untuk itu Dosen Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro melakukan pendampingan pada UMKM di Desa Karangnongko Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali.

Ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Tani Tunas Muda Dusun Tompe ini sebelumnya telah dilatih untuk membuat Modified Cassava Flour atau yang lebih dikenal sebagai Mocaf. Mocaf adalah tepung yang dibuat dari ubi kayu dengan proses fermentasi. “Pelatihan pembuatan Mocaf ini telah dilaksanakan tahun 2022 dan sekarang sudah diproduksi dan dipasarkan secara rutin oleh Ibu-Ibu Tunas Muda,” kata Migie Handayani, S.Pt., M.Si., dosen Agribisnis FPP UNDIP.

Tepung mocaf memiliki karakteristik yang cukup baik dan dapat mensubstitusi atau menggantikan hingga 100 % penggunaan tepung terigu. Tepung mocaf jika dibandingkan dengan tepung singkong tanpa fermentasi atau tepung gaplek, maka tepung mocaf memiliki kualitas yang lebih bagus yaitu tampak lebih putih dan aroma khas singkongnya hilang. Dijelaskan lebih lanjut, bahwa selain memberikan pelatihan pembuatan Mocaf, Undip juga telah memberikan pelatihan lanjutan yaitu pembuatan produk olahan dari tepung Mocaf mejadi kue.

Kegiatan pendampingan berkesinambungan ini diteruskan dengan pelatihan pembuatan mie berbahan dasar tepung Mocaf. Guru Besar FPP Undip, Prof. Dr. Ir. Titiek Ekowati, M.Sc. yang ikut berkiprah dalam kegiatan pelatihan ini menyampaikan bahwa pemilihan mie sebagai olahan mocaf karena selain sebagai makanan yang sudah sangat dikenal masyarakat, mie juga disukai oleh semua kalangan mulai dari anak-anak sampai dengan orang tua. Harapannya kegiatan ini menjadi upaya pemberdayaan peran wanita dalam mensejahterakan keluarga. Selain diikuti oleh Ibu-Ibu dari Kelompok Wanita Tunas Muda, pelatihan ini juga diikuti oleh Kelompok Wanita Rukun Makmur dan Sekar Putri dari Desa Musuk Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali.

Mie Mocaf adalah pangan sehat yang saat ini dibutuhkan khususnya bagi para penderita Diabetes dan Autis. “Ibu-ibu nantinya dapat memproduksi sendiri pangan sehat bagi keluarga dan lingkungan dengan bahan baku yang diperoleh dari wilayah masing-masing” jelas Dr. Sri Mulyani, S.Pt., M.Si., dosen dari Prodi Teknologi Pangan FPP Undip.

Penggunaan tepung mocaf untuk berbagai pangan olahan yang sehat ini, juga merupakan wujud diversifikasi sumber karbohidrat. Mie hasil pelatihan langsung disajikan dalam bentuk Mie ayam dan dinikmati oleh seluruh peserta pelatihan. “Teksturnya sangat lembut, aroma singkongnya tidak ada, dan mie mocaf ini punya rasa spesifik lebih gurih dan lebih mengenyangkan,” komentar Yuni dari Kelompok Wanita Tunas Muda.

Pendampingan dari FPP Undip ini sangat diharapkan oleh oleh Ibu-Ibu di Boyolali. “Kami butuh kehadiran para pendamping khususnya dari akademisi, agar kami di desa menjadi lebih berkarya guna meningkatkan pendapatan keluarga,” kata Surani dari Kelompok Rukun Makmur. (Tim FPP Undip ed. Ut Humas)

FPP Undip saat melakukan pendampingan pada UMKM di Kabupaten Boyolali.

Share this :