Menurut Dr. Intan Muning Harjanti, S.T., M.T., Dosen Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, taman kota adalah ruang hijau yang penting dalam konteks perkotaan, karena tidak hanya memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan alam, tetapi juga mempromosikan integrasi sosial di antara penduduk kota. Dalam konteks Kota Semarang, optimalisasi taman kota sebagai ruang publik menjadi penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan tempat rekreasi dan interaksi sosial.

Dr. Intan telah melakukan penelitian yang mendalam tentang optimalisasi taman kota aktif sebagai ruang publik di Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan variabel tambahan yang dapat mempengaruhi optimalisasi pemanfaatan taman kota, selain dari faktor-faktor yang sudah ada dalam teori-teori sebelumnya.

Dalam penelitiannya, Dr. Intan menggunakan paradigma positivistik dengan pendekatan deduktif, menggunakan teknik analisis kuantitatif regresi linier berganda. Melalui penilaian terhadap taman kota di Kota Semarang dan pengujian empiris terhadap variabel tambahan yang diidentifikasi, penelitian ini berhasil menemukan faktor-faktor yang signifikan dalam optimalisasi taman kota.

Hasil analisis menunjukkan bahwa skala pelayanan, atraksi yang ada di taman, tag lokasi taman, dan review pengguna merupakan variabel tambahan yang berpengaruh signifikan dalam perwujudan taman kota yang ideal sebagai ruang publik.

“Temuan menarik dari penelitian ini adalah bahwa aspek sosial media, yang belum banyak dibahas sebelumnya dalam teori-teori terkait, ternyata memiliki pengaruh yang signifikan. Hal ini tercermin pada variabel tag lokasi taman dan review pengguna, yang menunjukkan pengaruh popularitas taman kota dalam masyarakat,” ungkapnya.

Secara praktis, temuan ini dapat menjadi panduan bagi pemerintah Kota Semarang dan kota-kota lainnya untuk menilai keberhasilan taman kota dalam mewujudkan ruang publik yang ideal. Secara teoretis, penemuan ini juga memberikan sumbangan berharga dalam pengembangan teori terkait optimalisasi taman kota, dengan menggali berbagai kemungkinan landasan teori baru untuk penyempurnaan model dan teori yang ada.

“Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan wawasan baru tentang bagaimana memaksimalkan manfaat taman kota sebagai ruang publik, tetapi juga membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut dalam memahami dinamika ruang publik dalam konteks perkotaan modern,” pungkasnya. (Nina-Humas)

Share this :