Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang bertema “Library Performance Measurement: Metrics and Evaluation in the Digital Era” melalui platform zoom pada Selasa, 27 Februari 2024. Acara tersebut dihadiri lebih dari 350 peserta yang merupakan pengurus FPPTI Pusat dan FPPTI Wilayah dari berbagai provinsi di Indonesia.

Pembicara dalam pertemuan ini antara lain Dr. Adin Bondar, S.Sos., M.Si., Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan di Perpustakaan Nasional RI; Dr. Lukman, ST., M. Hum., Direktur Kelembagaan di Kemendikbudristek Dikti; Prof. Budi Setiyono, S.Sos., M.Pol.Admin., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Komunikasi dan Bisnis Universitas Diponegoro; serta Mariyah, S.Sos., M.Hum., Ketua Umum FPPTI.

Salah satu poin yang ditekankan pada pertemuan ini adalah perlunya perpustakaan perguruan tinggi untuk membangun paradigma baru guna menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Hal ini diiringi dengan penggunaan inovasi seperti analisis bibliometrik. Hasil dari analisis bibliometrik dapat memberikan wawasan statistik tentang kinerja perpustakaan dan pengaruhnya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Mengingat sedikit perpustakaan yang terakreditasi hingga saat ini, pembicara juga menyoroti pentingnya memperhatikan standar nasional dan pendidikan dalam meningkatkan mutu dan pelayanan perpustakaan. Dalam konteks Industri 4.0, penggunaan teknologi otomatisasi dan mesin telah menjadi tren. Penguasaan teknologi menjadi keterampilan khusus yang harus dikuasai untuk menciptakan terobosan dan kreativitas baru.

Literasi digital juga menjadi fokus diskusi, termasuk  didalamnya terdapat literasi data dan teknologi. Hal ini menjadi salah satu topik yang diangkat dalam rakernas FPPTI Indonesia sebagai upaya untuk menjembatani kesenjangan digital di antara pustakawan dan pengunjung perpustakaan. Di samping itu, pentingnya memperkuat kegemaran membaca dan memanfaatkan akses digital untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat juga menjadi sorotan.

“Kesenjangan digital masih merupakan tantangan yang harus kita hadapi, terutama di kalangan pustakawan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memberikan dukungan kepada mahasiswa agar mereka dapat mengakses dan memanfaatkan sumber daya digital sesuai dengan kebutuhan mereka,” ucap Prof. Budi Setiyono.

Kesenjangan digital perlu diatasi dengan melakukan sinergi, kontribusi, partisipasi, dan regenerasi seluruh anggota organisasi perpustakaan. Diskusi di akhir acara menyoroti strategi pemanfaatan teknologi, pengelolaan data online, dan upaya mendampingi mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan portofolio dan sumber daya digital.

Dengan demikian, zoom meeting FPPTI 2024 berhasil menjadi platform bagi para pemangku kepentingan di bidang perpustakaan perguruan tinggi untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan strategi dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di era digital. FPPTI selalu sepakat untuk selalu melakukan networking-sharing-caring. (Nina-Humas)

Share this :