Bulan Ramadhan adalah bulan suci yang penuh keberkahan dengan rahmat, maghfirah, kemuliaan dan penuh ampunan. Selain perintah berpuasa, keberkahan di bulan Ramadhan juga terkait dengan kegiatan-kegiatan keagamaan seperti shalat tarawih, membaca Al-Quran, bersedekah, dan melakukan amalan-amalan kebaikan lainnya.

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro menjadi tuan rumah penyelenggaraan sholat Tarawih Keliling (Tarling) Ramadhan 1445 H bagi Civitas Academica dan keluarga besar UNDIP (Selasa, 26/3) menghadirkan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, Drs. K.H. Anasom, M.Hum. sebagai penceramah di Aula Gedung FPIK UNDIP dengan mengusung topik “Kekhususan Bulan Ramadhan”.

Kegiatan sholat tarawih bersama dengan shohibul bait Wakil Rektor IV Bidang Riset dan Inovasi, Prof. Dr. Ir. Ambariyanto, M.Sc. menyampaikan apreasiasi atas kehadiran para tamu undangan jamaah sholat tarawih dan mengucapkan permohonan maaf mewakili Dekan FPIK, Prof. Ir. Tri Winarni Agustini, M.Sc., Ph.D. jika dalam pelaksanaan ada hal yang kurang berkenan.

“Berharap sholat tarawih malam ini sangat berkesan meski dengan diguyur hujan deras. Ucapan terimakasih kepada panitia yang telah mempersiapkan segala sesuatunya pada acara tarling”, ucap Prof Ambar di akhir sambutannya selepas sholat witir.

Sementara saat sesi khotbah Tarling oleh Drs. K.H. Anasom, M.Hum menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam melakukan kewajiban puasa di bulan ramadhan 9 kali yakni untuk 3 kali melewati 30 hari berpuasa dan 6 kali menjalani puasa 29 hari. Bulan ramadhan ini secara khusus dan memang sangat luar biasa disepanjang hari-harinya.

Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan ada lima kekhususan bulan ramadhan yang diberikan kepada umatku dan tidak pernah diberikan kepada para nabi sebelumnya. Tidak hanya dari sisi kekhususan hari saja tetapi kekhususan dari barokah di dalam bulan ramadhan yakni pertama, diawal ramadhan Allah melihat hambaNya yang sibuk berpuasa, sibuk dengan berbagai kegiatan. Orang- orang yang beribadah dibulan puasa dilihat dan diperhatikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga diganjar dengan tidak mendapatkan azab. Kedua, bau mulut orang yang berpuasa dihadapan Allah sebagai harumnya minyak misk.

“Kekhususan yang ketiga malaikat itu mendoakan kita dengan memintakan ampunan kepada semua orang yang berpuasa di bulan ramadhan. Keempat. Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan penjaga surga yang diperuntukkan bagi yang berpuasa. Kelima, diakhir bulan ramadhan kita semua mendapatkan ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala”, kata Anasom di akhir ceramah. (DHW/Humas)

 

Share this :