Semarang – Rektor Universitas Diponegoro kembali melantik jajaran pejabat pada Rabu tanggal 9 September 2020. Upacara pelantikan pejabat dan pengambilan sumpah PNS Undip diadakan di Hall gedung SAMWA Undip Tembalang. Acara ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan keputusan pelantikan pejabat. Upacara pelantikan ini juga dihadiri oleh para Wakil Rektor, para Dekan, Ketua Senat Akademik, Wakil Ketua MWA, serta para pejabat di Undip.

Berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Diponegoro, telah dilantik Retno Susanti, S.T., M.T. sebagai Ketua Program Studi D3 Perencanaan Wilayah dan Kota Program Studi Diluar Kampus Utama Undip. Beliau berasal dari Fakultas Teknik dan akan memimpin PSDKU Undip pada masa jabatan tahun 2020-2025. Rektor Undip juga melantik 38 PNS yang berasal dari Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Teknik, Fakultas Kedokteran, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Sains dan Matematika, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Psikologi, dan Sekolah Vokasi.

Pengambilan sumpah jabatan dipimpin oleh Rektor Undip dengan didampingi oleh rohaniawan. Prof. Yos Johan Utama, S.H. M.Hum. menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang telah dilantik dan berharap agar kinerja mereka sesuai dengan sumpah dan janji yang telah diucapkan, serta sesuai dengan hak dan kewajiban dari pekerjaan masing-masing. Pesan beliau yaitu agar segenap jajaran pejabat Undip dapat terus menjaga nama baik Undip dan senantiasa berperilaku dengan baik. Beliau menegaskan bahwa Undip juga telah menyediakan anggaran dalam rangka mendukung para pegawainya untuk terus berkarya dengan mengembangkan ide, inovasi, dan riset. Dengan dukungan positif dari pihak kampus dan juga negara, diharapkan agar para pegawai mampu mengasah skill yang dimiliki dan berpartisipasi dalam membangun Undip menjadi lebih inovatif. “Mohon jaga betul integritas, selamat bertugas bagi para pejabat baru. Jangan gampang mengeluh, do something. Kita hadir bukan sebagai masalah tetapi sebagai pemecah masalah”, pungkas Prof. Yos.