Semarang (11/10) – Pada hari ini  diselenggarakan Penghijauan dan Soft Opening KHDTK (Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus) Hutan Penggaron dalam rangka Dies Natalis ke-63 Universitas Diponegoro. Acara Launching Penanaman Pohon Kawasan KHDTK Hutan Penggaron diadakan di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Hadir dalam acara ini yaitu Rektor Undip, Wakil Rektor dan Senat Akademik Undip, Majelis Wali Amanat, serta Dekan Fakultas. Bupati Kabupaten Semarang dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Semarang turut hadir dalam acara ini. Hadir pula dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Pemali Jratun dan Perhutani Kabupaten Semarang.

Mengangkat tema “One Civitas One Vegetation (OCOV) For Future”, acara ini bertujuan untuk mengajak setiap orang berpartisipasi dalam menjaga kelestarian alam dengan penanaman pohon secara massal seiring dengan tujuan SDGs (Sustainable Development Goals). Jenis pohon yang ditanam adalah tumbuhan langka yang memiliki fungsi khusus sebanyak 1063 pohon. Pada akhir acara juga disertai dengan pelepasan 63 ekor burung antara lain burung kepodang, derkuku, perkutut, dan jalak kebo.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan bibit pohon secara simbolis dari Kepala PLT Dinas Lingkungan Hidup dan Jamkrindo kepada Rektor Undip. Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan menyumbang dalam penyelenggaraan acara ini. “Mari kembangkan hutan, bersinergi antara masyarakat dan civitas akademika. Kita ajak masyarakat sekitar, karena keberadaan hutan tidak dapat dilepaskan dari mereka. Bersama menjaga hutan sesuai dengan tema Dies Natalis ke-63, Sinergi Keberagaman untuk Penguatan Universitas Riset Dalam Tatanan Normal Baru”, ucap Prof. Yos dalam pidatonya.

Dipilihnya Hutan Penggaron sebagai KHDTK adalah karena hutan ini telah memiliki infrastruktur yang sudah tersedia, dan sudah diteliti beberapa kali oleh tim Pascasarjana Undip. Bupati Semarang menyambut baik atas launching KHDTK ini. “Semoga pohon-pohon ini memberi manfaat dan barokah bagi masyarakat Kabupaten Semarang. Mohon untuk warga agar ikut menjaga pohon guna melestarikan alam”, tutur Bupati Kabupaten Semarang dr.H.Mundjirin ES,Sp.OG.

Bibit pohon dan peralatan tani nantinya akan dibagikan kepada petani sekitar. Dalam sesi Sambung Rasa antara Rektor Undip dengan petani, para petani menyampaikan aspirasinya untuk pengembangan hutan dan pemberdayaan warga sekitar. “Masyarakat mayoritas adalah petani. Kami sering dapat bantuan bibit dari pemerintah maupun yayasan, namun sayangnya tidak ada kelanjutan. Kebanyakan dari warga sini petani otodidak, kami berharap nanti dari Undip ada pembinaan yg berkelanjutan mengenai ilmu menanam pohon, agar tumbuhan bisa tumbuh dengan baik dan dapat dipanen”, ungkap salah satu petani yang merupakan anggota Kelompok Tani Mitra Lestari.

Sejalan dengan yang disampaikan oleh Rektor, Pengelola KHDTK Undip Prof.Dr.Ir. Sri Puryono Karto Soedarmo,MP menambahkan bahwa program penghijauan ini adalah implementasi dari program satu orang menanam 25 pohon. “Tujuannya adalah untuk mendukung ketahanan pangan, ketersediaan oksigen dan keberlangsungan anak cucu nantinya”, jelas Guru Besar Dosen Tidak Tetap Undip bidang Ilmu Manajemen Lingkungan ini.

Acara diakhiri dengan penanaman pohon ciri khas Kabupaten se-Jawa Tengah serta pelepasan burung identitas “Podhang Kuning”. Pelaksanaan acara ini dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan diawasi oleh Satgas Covid Semarang. Diharapkan dengan launching KHDTK Hutan Penggaron ini dapat menjadi kontribusi dalam melestarikan alam dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar serta bagi Undip.