SEMARANG – Program Studi (Prodi) Sarjana (S1) Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (UNDIP) memiliki kebanggaan tersendiri karena Jurnal Akademik yang dikelolanya, Izumi, menjadi satu-satunya jurnal di kajian bahasa, sastra dan budaya Jepang di Indonesia yang Terakreditasi SINTA 3. Jurnal yang terbit dua kali setahun itu masuk SINTA (Science and Technology Index) Rank 3 berdasarkan SK Dirjen Penguatan Ristek Dikti No: 34/E/KPT/2018,

Ketua  Program Studi (Kaprodi) Bahasa dan Kebudayaan Jepang FIB UNDIP, Budi Mulyadi SPd MHum, mengatakan kepemilikan jurnal terakreditasi menjadi salah satu keunggulan yang layak dibanggakan. “Bila dibandingkan dengan Prodi serupa di universitas lainnya, kami mampu bersaing. Salah satunya dengan keberadaan Jurnal Izumi,” kata Budi Mulyadi, Rabu (24/2/2021).

Menurut dia, Jurnal Izumi memilih kebijakan akses terbuka, sehingga masyarakat yang memiliki minat belajar bahasa, sastra dan budaya Jepang bisa menelusurnya di link  https://ejournal.undip.ac.id/index.php/izumi/index. Jurnal yang berdiri sejak tahun 2013 ini, setiap edisinya memuat sekitar 10 manuskrip atau artikel yang berasal dari berbagai universitas dan lembaga kajian. “Jurnal ini sangat terkenal di kalangan dosen dan pengajar bahasa Jepang di seluruh Indonesia. Terbukti dengan banyaknya artikel yang dikirim dari universitas lain, khususnya para dosen atau peneliti di Indonesia,’’ jelasnya.

Pengelola jurnal melakukan seleksi yang sangat ketat, dan melibatkan peninjau dari lembaga pendidikan tinggi dan lembaga kajian yang ada untuk menyeleksi manuskrip yang masuk. Beberapa di antaranya berstatus guru besar dari universitas lain, di samping dari Undip.

Ketatnya seleksi atas artikel yang masuk, juga disertai disiplin soal proporsi karya dari luar. Pengelola menjaga betul batas maksimal jumlah artikel dari internal Undip yang bisa diakomodasikan per edisi. Dipastikan, batasan yang disepakati tidak pernah dilanggar.

‘’Ada tim dari dewan  redaksi  jurnal yang terdiri dari para ahli, yakni reviewer atau tim penilai yang mumpuni yang menyeleksi artikel-artikel yang masuk. Pasalnya tidak semua artikel bisa tayang di jurnal ini. Hanya yang sudah memenuhi standar dan persyaratan, maka akan ditayangkan,’’ jelasnya.

Budi mengungkapkan biasanya menjelang bulan Juni dan Desember banyak pihak yang menanyakan berbagai hal tentang tema terbitan dan lainnya terkait Jurnal Izumi. Melihat antusiasme pembaca, pengelola berupaya keras untuk terus memperbaiki kualifikasinya. ‘’Saat ini kami sedang berusaha meningkatkan Jurnal Izumi masuk Rank SINTA 2.”

Dia menyebutkan, bahasa yang dipakai dalam penulisan selain Bahasa Jepang juga dimungkinkan penulisan dengan Bahasa Inggris. Dirunut dari sejak awal berdiri, sampai sekarang sedikitnya sudah 140-an artikel  dari dosen dan peneliti yang dipublikasikan melalui Jurnal Izumi.

Hal lain yang membanggakan pengelola Prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang FIB Undip adalah pengakuan resmi berupa status Akreditasi A dari BAN-PT. Kebanggaan itu cukup beralasan, karena selain masih muda (Prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang berdiri tahun 2010 dengan SK Kemendiknas No 1938/D/T/2009), minat masuk ke program ini cukup besar.