SEMARANGDepartemen Biologi Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (UNDIP) memiliki 3 profesor yang memperkuat kualifikasi akademik program studi yang dikelolanya. Ketiga guru besar adalah Prof. Dr. Tri Retnaningsih Soeprobowati, M.App.Sc. yang memilki kepakaran bidang Biologi Lingkungan; Prof. Dr. Hermin Pancasakti Kusumaningrum-Ssi.M.Si. (Kepakaran Biologi-Bioteknologi); dan Prof. Dr. Dra. Endah Dwi Hastuti, M.Si. dengan kepakaran bidang Biologi Lingkungan.

Saat ini Departemen Biologi FSM Undip yang mengelola 3 program studi, yaitu S1 Biologi, S1 Bioteknologi dan S2 Biologi, memiliki 47 dosen dan 7 tenaga kependidikan (Tendik). Dari 47 dosen yang ada, tiga di antaranya sudah berstatus guru besar, sementara dosen lainnya sebagian besar sudah berijazah S3 atau doktor. Kalaupun masih ada yang masih berpendidikan strata dua dipastikan sedang dalam posisisi studi lanjut atau persiapan untuk studi lanjut.

Ketua Departemen Biologi FSM Undip, Prof. Dr. Dra. Endah Dwi Hastuti, M.Si, mengatakan kalau keberadaan 3 guru besar di departemen yang dipimpinnya harus disyukuri. Meski tetap ada keinginan untuk menambah jumlahnya sampai pada komposisi yang ideal. “Patut disyukuri, meski ke depan tentu kita berharap bisa terus bertambah,” kata Prof Endah, Selasa (20/4/2021).

Bagaimanapun kehadiran guru besar di lembaga pendidikan tinggi menjadi salah satu pilar penting untuk mendukung keunggulan perguruan tinggi. Keberadaannya diharapkan mendorong inovasi, penelitian dan publikasi karya ilmiah yang bisa memberikan impact factor (faktor dampak) bagi reputasi lembaga, dan memiliki dampak besar bagi kehidupan manusia. Dalam konteks kini, keberadaan guru besar juga diperlukan untuk meningkatkan performa Undip sebagai universitas berkelas dunia (world class university).

Yang pasti, dari dua jenjang pendidikan yang diselenggarakan, baik Program S1 maupun S2 yang dikelola Departemen Biologi, akreditasinya sudah “A”atau sangat baik. Untuk meningkatkan kualitas dan kualifikasinya, sekitar 10 dosen yang belum mengantongi ijazah S3 terus didorong untuk segera menyelesaikan studinya. Sedangkan dosen yang sudah berjenjang S3 didorong untuk meperbanyak penelitian dan publikasi ilmiah agar bisa segera menjadi guru besar.

Sejarah Departemen Biologi di Kampus Diponegoro sendiri dimulai pada tahun 1975. Unit ini lahir sebagai upaya konsolidasi bidang biologi dari berbagai fakultas yang berbasis Biologi, seperti Fakultas Kedokteran dan Fakultas Peternakan & Perikanan. Semula, peran Departemen Biologi lebih banyak sebagai fasilitator pengajaran dan praktikum bidang Biologi pada fakultas-fakultas yang berbasis Biologi.

Perkembangan selanjutnya, Departemen Biologi berkembang menjadi embrio Jurusan Biologi pada Fakultas MIPA Undip. Saat FMIPA didirikan pada tahun 1987, ada 3 program studi dibuka yaitu Jurusan Biologi, Jurusan Kimia, dan Jurusan Fisika. Jurusan Matematika waktu itu secara struktural masih di bawah Fakultas Teknik. Setelah terbit SK Rektor Universitas Diponegoro No. 63/SK/PT09/1988, FMIPA Undip mengelola secara langsung empat program studi, yaitu Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika. SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0369/O/1993 menguatkan legalitas Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Undip.

Organisasi Departemen Biologi pun makin berkembang dengan terbitnya SK DIKTI No. 818/D/T/2009 tanggal 27 Mei 2009 yang mengesahkan dibukanya Program Studi Magister Biologi (S2) di Undip. Kini, Departemen Biologi Undip mengkoordinasikan 3 Program Studi yaitu : Prodi S1 Biologi, Prodi S1 Bioteknologi dan Prodi S2 Biologi. (tim humas)