SEMARANG – Sebanyak 56,247 calon mahasiswa yang berasal dari 34 provinsi yang ada di Indonesia, juga dari luar negeri harus bersaing untuk bisa masuk Program Studi (Prodi) Sarjana (S1) Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui jalur Ujian Mandiri (UM) 2021. Mereka melakukan ujian mandiri secara online dari tempat tinggal masing-masing mengingat kondisi wabah Covid-19 yang tidak memungkinkan dilakukannya ujian secara terpusat.

Data yang dihimpun dari Panitia UM Undip menyebutkan, pendaftar dari wilayah Provinsi Jawa Tengah mendominasi dengan jumlah 15.071 pendaftar, disusul Provinsi Jawa Barat sebanyak 12.318 pendaftar, Provinsi DKI Jakarta sebanyak 6.595 pendaftar, Provinsi Jawa Timur, 5.049 pendaftar, Provinsi Banten 3.856 pendaftar, Provinsi Sumatra Utara 2.575 pendaftar, kemudian Provinsi Riau 1.004 pendaftar. “Lima besar dilihat dari asal jumlah pesertanya adalah Jateng, Jabar, DKI Jakarta, Jatim dan Banten,” kata Ketua Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LP2MP) Undip, Dr. Ir. Setia Budi Sasongko.

Disebutkan, dari pendaftar sebanyak 56,247 calon mahasiswa, peserta yang dinyatakan tidak lolos sebanyak 24.003 orang disebabkan tidak melanjutkan pembayaran registrasi secara online. Sisanya sebanyak 32.063 orang melakukan pembayaran registrasi sehingga dinyatakan lolos mengikuti ujian yang digelar secara online tertanggal 21 Juni hingga 2 Juli 2021. “Penerimaan mahasiswa baru Undip Tahun Akademik 2021/2022 melalui jalur UM mendapat alokasi yang cukup besar, yakni 50% dari total mahasiswa yang diterima TA 2021/2022 atau setara dengan 5.089 mahasiswa,” katanya saat diwawancara, Selasa (29/6/2021).

Adapun untuk pelaksanaan ujian, kata Budi Sasongko, terdapat perbedaan teknis dalam pelaksanaan Ujian Mandiri (UM) Undip tahun 2020 dengan UM Undip tahun 2021. UM Undip tahun 2020 menggunakan seleksi raport serta portofolio, sedangkan pada tahun 2021 ini ditambah dengan tes tertulis berbasis komputer yang dikerjakan dari rumah masing-masing.

Untuk ujian online akan diselenggarakan 10 hari, mulai tanggal 21 Juni sampai dengan 2 Juli 2021, di mana setiap sesinya akan dilakukan tiga kali. Materi ujian online terdiri dari tes potensi skolastik (TPS) dan tes potensi akademik (TPA). Ujian ini dilakukan melalui portal yang dimiliki Undip dengan pengawasan secara ketat melalui Zoom.

”Walaupun dikerjakan dari rumah masing-masing, namun tetap diadakan kontrol oleh pengawas ujian. Peserta ujian diwajibkan menggunakan aplikasi Zoom dan menyalakan kamera di saat melakukan ujian. Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan kejujuran dalam seleksi peserta calon mahasiswa,” dia menegaskan.

Sementara nilai portofolio yang dimaksud adalah nilai prestasi siswa selama belajar di sekolah (SMA, SMK dan sederajat), dari semester 1 sampai dengan 6, ditambah dengan pengetahuan umum mengenai wawasan kebangsaan. Hasil test akhir akan diolah oleh panitia UM Undip dan akan diumumkan diterima atau tidaknya pada tanggal 7 Juli 2021 mendatang. “Sebelumnya, Undip telah menerima calon mahasiswa dengan kuota jalur SNMPTN sebanyak 20%, dan jalur SBMPTN sebanyak 30%,” ungkapnya.

Adapun jumlah program studi yang diperebutkan calon mahasiwa di Undip saat ini terdapat 51 Prodi Sarjana, yang terbagi 34 Prodi masuk dalam kelompok SAINTEK dan 17 Prodi masuk dalam kelompok SOSHUM. (tim humas)