Untuk membantu anggota keluarga yang dinyatakan positif terpapar Covid-19, Universitas Diponegoro menyediakan shelter (tempat bernaung) untuk menjalankan isolasi mandiri yaitu di rusunawa. Terdapat 144 kamar dengan fasilitas kamar mandi dalam, yang digunakan untuk isolasi mandiri. Satu kamar untuk satu orang. Mereka yang ditampung di shelter rusunawa ini adalah yang bergejala ringan atau OTG (Orang Tanpa Gejala).

Rusunawa dinilai menjadi tempat isolasi mandiri yang tepat, selain karena memiliki fasilitas yang memadai sebagai shelter, lokasinya pun dekat dengan RSND. Isolasi mandiri yang terpusat, memudahkan pula pemantauan kondisi pasien.

“Mengapa dipilih disini, satu hal, bila isolasi mandiri dilakukan di rumah belum tentu terpantau dengan baik. Tapi kalo disini terpantau dengan baik. Ada dokter yang mengawasi, ada tenaga medis dan non-medis, dan juga bila ada pemburukan pada pasien, rusunawa ini dekat dengan RSND sehingga bisa dirujuk kesana”, jelas Prof. Dr. Yos Johan Utama, Rektor Universitas Diponegoro saat meresmikan shelter Rusunawa Undip sebagai pusat isolasi mandiri, Kamis siang (29 Juli 2021).

Selain fasilitas kamar dengan kamar mandi dalam, mereka yang menjalani isolasi mandiri juga disediakan makan 3x sehari, minum, suplemen, bahkan ada bimbingan kejiwaan dan kerohanian. Tersedia pula sarana olah raga untuk menjaga kebugaran dan meningkatkan stamina tubuh. Shelter isolasi mandiri ini dibawah naungan D-DART (Diponegoro Disaster Assistance Response Team) dengan pengawasan langsung oleh dr. Ahmad Zulfa Juniarto, M.Si.Med, MMR, Sp.And.(K), Ph.D.

“Selain kamar dengan fasilitas memadai, tempat tidur, kamar mandi dalam, juga dilengkapi dengan fasilitas monitoring kesehatan pasien itu sendiri seperti oxymeter, thermometer, dan pemantauan secara online. Pemantauan kita lakukan sehari 2 kali dan akan kita buka 24 jam untuk konsultasinya. Disediakan pula tabung oksigen, dan satu unit ambulance yang siaga 24 jam. Jadi ini penanganan yang bersifat paripurna untuk orang-orang yang OTG dan bergejala ringan yang membutuhkan isolasi mandiri”, tambah dr. Zulfa saat mendampingi Rektor Undip pada acara peresmian shelter isolasi mandiri.

Tenaga yang bertugas di shelter adalah para relawan medis dan non-medis yang telah mendapatkan pendidikan memadai tentang Covid-19 dan siap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Selama bertugas, mereka akan mengenakan APD standard. Adapun prosedur untuk menjalani isolasi mandiri di rusunawa, diawali dari tahap calon penghuni atau mereka yang sudah dinyatakan positif terpapar Covid-19 dengan bukti tes swab antigen atau PCR, dapat menghubungi Hotline Covid-19 Undip. Petugas akan melakukan screening dan wawancara singkat tentang gejala dan sebagainya. Bila pasien dinilai perlu menjalani isolasi  mandiri, petugas akan merujuk pasien ke shelter rusunawa. Selanjutnya pasien menandatangani surat persetujuan dan kemudian diantarkan petugas untuk menempati salah satu kamar.

Saat ini, shelter isolasi mandiri Undip di rusunawa hanya diperuntukkan bagi keluarga besar Undip. Masyarakat umum dengan jumlah terbatas, diperkenankan menjalani isolasi mandiri disini dengan proses screening dan memenuhi persyaratan tertentu. (Hariyani & Utami Setyowati)