Pembangunan karakter tidak bisa dilaksanakan secara instan, akan tetapi perlu waktu yang panjang untuk membentuknya. Salah satu komponen yang berperan penting adalah pendidikan karakter (Pendikar) yang merupakan upaya-upaya yang di rancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat- istiadat, yang tidak terlepas dari nilai-nilai Pancasila.

“Dengan mengikuti Pendidikan Karakter diharapkan mahasiswa baru dapat mencintai Universitas Diponegoro dengan menjadi inspirator yang berprestasi dengan mengembangkan Universitas Diponegoro” tutur Dr. Hastaning Sakti, M.Kes, Dosen Psikologi Universitas Diponegoro dalam acara Training of Trainer (ToT) Dosen Pendamping Pendidikan Karakter Bagi Mahasswa baru Universitas Diponegoro Tahun 2021/2022 (30/6).

Dr. Hastaning Sakti menyampaikan dalam pendidikan karakter mahasiswa akan diberi pemahaman mengenai “Siapa Saya” (Branding Diri) agar menumbuhkan Positif Self Branding, seperti rasa empati, disiplin, menghargai orang lain dan berani berekspresi. Mengerti “Siapa Kita”untuk mencapai Kompetensi Complete, yakni adaptative, tangguh cerdas dan beretika. Memahami konsep “Merdeka Belajar”, bagaimana harus kreatif  dan inovatif serta prestatif dan pencerah. Selanjutnya adalah “Undip Jaya Karena Kita”, dimana para mahasiswanya menjadi smart dan berprestasi.

“Mahasiswa juga akan diarahkan, diajak untuk memahami kondisi sekaligus mengatasi kondisi-kondisi yang berkecamuk dalam dirinya, maka dalam pelaksanaan Pendikar ini perlu dilaksanakan mental gymnastic sebelum memasuki perkuliahan” ungkapnya. (Linda Humas)