SEMARANG – Mengingat pentingnya kesehatan di lingkungan keluarga, mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Diponegoro (UNDIP) yang ada di Kelurahan Gedawang Kecamatan Banyumanik Kota Semarang mengajak masyarakat mengembangkan tanaman obat keluarga (TOGA). Pengembangan TOGA selain untuk menunjang kesehatan masyarakat, juga efektif dilakukan karena adanya kebijakan PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di Jawa-Bali yang berlaku sampai 16 Agustus 2021.

Banyaknya warga masyarakat yang harus bekerja dari rumah (Work From Home) dikhawatirkan mengalami kejenuhan. Bercocok tanam, merupakan kegiatan sampingan yang menyegarkan sekaligus bermanfaat. Aktivitas mengembangkan tanaman obat keluarga diharapkan bisa mengurangi kejenuhan akibat rutinitas yang monoton, karena harus bekerja di rumah.

Menyikapi kondisi ini, Rosemerr, mahasiswa Prodi Kimia Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (UNDIP) tergerak mengajak warga Gedawang bergiat. Mahasiswa KKN Undip Tim II 2020/2021 mengajak warga dengan ibu-ibu PKK RT 6 RW 7 Kelurahan Gedawang Kota Semarang mengembangkan tanaman obat di lingkungannya.

Rosemerr mengatakan, tanaman obat menjadi alternatif masyarakat sebagai salah satu cara untuk meningkatkan sistem imun dan produktivitas diri terhadap serangan pandemi COVID-19 saat ini.  Tanaman Obat Keluarga (TOGA) pada hakekatnya adalah tanaman berkhasiat yang ditanam di lahan pekarangan yang dikelola oleh keluarga, namun memiliki manfaat yang penting.

Dengan TOGA, setidaknya kebutuhan obat-obatan tradisional, dan juga sumber vitamin yang diperlukan, bisa dipenuhi secara mandiri.  Yang pasti, dia menambahkan, kegiatan tanam menanam juga bisa mengurangi kejenuhan masyarakat yang terkena PPKM. “Selain tanaman obat keluarga, kami juga ajak masyarakat menanam bumbu dapur untuk memenuhi kebutuhan sendiri,” ujarnya.

Inisiatif mengembangkan tanaman obat keluarga dan bumbu dapur berawal dari pembagian buku saku seputar pengenalan dan pemanfaatan tanaman obat di Grup WhatsApp warga. Selanjutnya, kegiatan menanam bersama ini dilakukan pada 1 Agustus 2021 yang diikuti oleh beberapa ibu-ibu PKK dari RT 6. Beberapa jenis tanaman obat yang ditanam berupa jahe merah, jeruk purut, pegagan dan lidah buaya.

Kegiatan tersebut memanfaatkan lahan warga yang tidak produktif. “Saya senang dengan bantuan KKN Undip, yang melakukan kegiatan di sini. Mudah-mudahan kegiatan sosialisasi dan hasil penanaman tanaman TOGA bersama ini dapat dituai oleh warga RT 6 RW 7 ini,” ujar Jum sebagai salah satu warga RT 6 RW 7. (tim humas)