“Berbicara mengenai masalah etika atau etos dalam bahasa Yunani, artinya kesediaan untuk melakukan sesuatu hal yang baik dan menghindari hal-hal yang buruk, terdapat tiga unsur etika yaitu nilai, norma dan situasi. Mengenai integritas ini bukan integritas karena ketakutan tetapi sudah embedded didalam jiwanya, keikhlasannya dan menganggap bahwa hal tersebut adalah suatu yang benar tanpa diawasi pun insan-insan Undip akan menjadi insan-insan yang berintegritas” tutur Rektor Universitas Diponegoro Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. pada acara Webinar Nasional Dewan Profesor Undip dengan tema Nilai-Nilai Integritas Moral dan Etika Non Akademik untuk Mewujudkan Pendidikan Berkualitas dan Berkelanjutan (1/10).

Sementara dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. Purwanto, DEA. selaku Ketua Dewan Profesor Undip menyampaikan bahwa webinar nasional Dewan Profesor ini merupakan webinar keempat yang diselenggarakan oleh komisi C Dewan Profesor terkait dengan penanganan dan tupoksi yang dilakukan oleh komisi C mengenai nilai-nilai integritas moral dan etika non akademik untuk mewujudkan pendidikan berkualitas dan berkelanjutan. Webinar ini diharapkan akan memberikan sumbangan pemikiran yang bermanfaat bagi civitas akademika di Undip.

Tujuan webinar adalah memberikan masukan, pandangan dan perumusan dalam rangka menyusunan konsep awal pedoman nilai-nilai integritas moral dan etika non akademik untuk mewujudkan pendidikan berkualitas dan berkelanjutan.

Integritas moral merupakan kesatuan moral yang dibangun oleh dua komponen utama, yaitu komponen filosofis dan psikologis dan terjadi ketika seseorang merasakan kesatuan dan keseimbangan antara perasaan dengan apa yang diyakininya; menampilkan perilaku yang konsisten dengan keyakinannya di setiap situasi; mengetahui banyak batasan atau aturan dan dapat memertimbangkan berbagai konsekuensi dan perilakunya itu; tidak malu untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai moral kepada orang; berusaha memberi saran dan mengingatkan orang lain dalam bermoral, bahkan menampilkan sikap bermoral agar diikuti oleh orang-orang disekitarnya.

Nilai-nilai integritas moral dan etika non akademik perlu dirumuskan bersama untuk mewujudkan pendidikan berkualitas dan berkelanjutan. Perumusan tersebut juga tidak terlepas dari upaya Universitas Diponegoro untuk berperan aktif dalam rangka implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan (Goal 4). Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) membutuhkan sinergi dan tindakan kolaboratif antar sektor baik pemerintah, akademisi, semua unsur sivitas akademik dan masyarakat. Peran akademisi perguruan tinggi dipandang sebagai salah satu aktor kunci dalam merumuskan dan mewujudkan nilai-nilai integritas moral dan etika non akademik guna meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Hadir sebagai pembicara antara lain Prof. Dian Ratna Sawitri, S.Psi., M.Si., Ph.D. (Guru Besar Fakultas  Psikologi), Prof. Dr. Pujiyono, S.H., M.Hum. (Guru Besar FH), Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA (Guru Besar FSM), Prof. Dr. Drs. Iriyanto Widisuseno, M.Hum. (Guru Besar FIB), Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.Pd., S.IP, S.H., M.H., M.Si. (Guru Besar FISIP, UPI) serta dimoderatori oleh Prof. Dr. Dra. Ari Pradhanawati, M.S. (Sekretaris Komisi C Dewan Profesor) dan Prof. Dr. Ir. Nany Yuliastuti, MSP (Guru Besar FT). (Linda Humas)