Asma adalah penyakit paru-paru yang juga disebut sebagai asma bronkial. Asma merupakan kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan bernapas karena berbagai alasan. Namun penyebab yang paling umum adalah saluran pernapasan di paru-paru mengalami peradangan sehingga oksigen tidak dapat masuk ke tubuh. Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti mengi, batuk-batuk, dan nyeri dada. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.

“Asma adalah suatu penyakit peradangan kronik di saluran nafas yang ditandai dengan gejala sesak nafas, nafas berbunyi atau rasa tidak nyaman ketika bernafas dan ini diakibatkan karena penyempitan saluran nafas. Peradangan bisa disebabkan dari berbagai macam faktor, antara lain karena infeksi saluran nafas seperti flu atau infeksi bakteri, adanya debu, polusi serta alergen” tutur  dr. Dinda Saraswati R., Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Nasional Diponegoro Universitas Diponegoro.

“Sebelum ke gejala, kita harus memperhatikan individu-individu yang berisiko memiliki asma, yakni orang dengan keturunan keluarga kandung terdapat riwayat asma dan orang-orang yang memiliki bakat alergi seperti gatal-gatal, sering bersin di pagi hari atau sering batuk berlendir di pagi hari. Gejalanya umumnya sesak nafas yang periodik artinya bisa kambuh-kambuhan disertai juga batuk berdahak atau misalnya pengeluaran lendir dahak, dan ada rasa tidak nyaman saat bernafas” lanjutnya.

“Kita harus membuka mindset mulai dari lingkup kecil keluarga, apabila sudah ada gejala mengarah ke asma sebaiknya kita antarkan ke faskes untuk di diagnosis, kalau sudah terdiagnosis dan memang benar asma tidak ada salahnya keluarga sekandung juga memeriksakan diri. Kita harus peduli karena mereka sangat terkait dan genetik itu ada bakatnya. Jika hasil diagnosa ada asma, tentu ada obatnya dan terdapat cara untuk mencapai kontrol asma yang baik, salah satunya lingkungan yang bersih, tidak banyak debu dan berjemur di pagi hari juga penting. Asma tidak menular, tapi asma ini bisa kambuh jika orang tersebut misalnya terkena flu. Kita harus tetap aware terhadap kesehatan paru-paru, baik penyakit menular maupun yang tidak menular” pungkas dr. Dinda. (Lin-Humas)