“Publik menunggu orang kampus bicara di suatu topik agar yang muncul tidak selalu doktor Wikipedia atau doktor YouTube,” tutur Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si, Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Sambutan tersebut disampaikan dalam acara Forum Diseminasi Hasil Penelitian Doktor Baru Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip pada Rabu (30/3/2022). Pada acara ini terdapat sebelas doktor baru yang telah menyelesaikan program S3 nya baik di dalam maupun di luar negeri.

Prof. Dr. Suharnomo pun turut mengapresiasi acara ini dalam rangka membumikan dan memasyarakatkan ilmu pengetahuan. “Ini merupakan sebuah tradisi yang baik untuk menggelorakan ilmu pengetahuan.” ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa pendidikan tinggi saat ini tengah mengalami turbulensi. Pendidikan tinggi ada di posisi tengah, yakni posisi bukan yang paling terdampak tetapi juga tidak growing so fast. “Undip termasuk perguruan tinggi yang besar, tidak terlalu ada masalah mengenai animo mahasiswa.” lanjut Prof. Suharnomo.

Selain mengapresiasi, Dekan FEB mendorong para doktor baru khususnya dan seluruh dosen umumnya untuk melakukan penelitian di bidang bisnis digital mengingat sekarang kita tengah berada di industry 4.0 dan akan menuju ke 5.0.

Everyone is marketer tetapi bagaimana kita speak up di ranah publik. Kalau kita tidak speak up, kita akan tenggelam. Publik menunggu orang kampus. Mudah-mudahan forum seperti ini meningkatkan aware bahwa dosen tidak hanya akademik, seolah-olah menara gading yang tidak tersentuh. Dia harus cakap dan sesuai kriterianya, harus menjadi inspirasi bagi mahasiswa, harus riset, juga menjaga nama baik kampus,” pungkasnya. (Aslam – Tim Humas)