Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) kembali berhasil mengukir prestasinya di kancah nasional. Tergabung dalam Tim DART, yakni Muhammad Alfarizzi Salvikran (FT, Teknik Perkapalan 2018), Bangun Damar Tyasto (FT, Teknik Perkapalan 2018), dan Anung Riyanti (Alumni FISIP, Hubungan Internasional 2018), berhasil meraih juara pertama pada 2 cabang lomba yang berbeda yaitu Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Lomba Poster di kegiatan Etam Ship Competition (ESC) 2022 yang diselenggarakan pada 13-15 Mei 2022 oleh Prodi Teknik Perkapalan Institut Teknologi Kalimantan.

Tema dari kegiatan ESC 2022 adalah BORNEO PARADISE (The Beauty of Nusantara (IKN) and its Huge of Potential : Natural Resources as Indonesia’s SDG’s Future). Cabang yang diperlombakan dibagi menjadi 2 tingkatan yakni untuk tingkat mahasiswa dan tingkat SMA/K sederajat. Ada 4 cabang perlombaan pada ESC 2022, yaitu Lomba Kapal Cepat Tak Berawak, Lomba Karya Tulis Ilmiah, Lomba Poster, dan Lomba Essay.

Mewakili tim DART, Anung Riyanti mengungkapkan persiapan yang cukup panjang dalam menghadapi kegiatan ESC 2022. Berbagai riset dan persiapan telah dilakukan untuk menciptakan sebuah inovasi yang berhubungan dengan renewable energy dari sumber daya maritim. “Riset kami lakukan bersama-sama dengan berbagai sumber kredibel berupa jurnal maupun report resmi. Kami belajar banyak dari manajemen waktu dan pentingnya diskusi secara intens dari lomba sebelumnya.” ungkapnya.

Lomba yang dilaksanakan secara hybrid ini, Tim DART Undip mengusung tema “Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut dengan E-Coe Wave Energy Converter dilengkapi Water Quality Meter”. Penelitian ini berdasarkan studi kasus di Kabupaten Nias. Tempat tersebut dipilih karena berdasarkan Perpres No. 63 Tahun 2020 Kabupaten Nias merupakan daerah tertinggal dan memiliki rasio elektrifikasi yang rendah sehingga menghambat kegiatan masyarakat.

E-Coe wave energy converter merupakan teknologi Pembangkit listrik tenaga gelombang laut (PLTGL) yang mampu mengkonversi energi gelombang menjadi energi listrik yang dilengkapi dengan water quality meter. Terdapat beberapa keunggulan dari E-Coe, yaitu:

  • Material polythylene ramah lingkungan
  • Perawatan E-Coe mudah dilakukan
  • Tidak menimbulkan limbah
  • Menghasilkan daya listrik yang besar
  • Dilengkapi alat pendeteksi kualitas air laut untuk sektor perikanan

E-Coe wave energy converter mampu menghasilkan daya listrik sebesar 23.393 kW/m atau sebesar 175.1 kW/m². Selain itu, untuk olah gerak dari alat ini dengan berat 30.47 kg memiliki RAO tertinggi pada 0.364, lalu untuk nilai percepatan vertical mencapai 77.020 cm/s². Kemudian untuk wave spectrum terhadap encounter frequency memiliki nilai tertinggi 1.416.476 cm² dan didapatkan nilai m0 yaitu 2.408 m².

Berkat karya inovasi tersebut, Tim DART berhasil memperoleh juara pertama pada 2 cabang lomba sekaligus yaitu Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Lomba Poster. “Perasaan kami sangat senang dan bersyukur. Usaha yang kami lakukan tidak sia-sia dan memperoleh hasil yang cukup memuaskan. Kebetulan lomba ini juga merupakan lomba terakhir bagi salah satu anggota DART karena telah menyelesaikan studi di Undip, maka hasil yang tak terduga ini menjadi kebanggaan tersendiri untuknya. Namun, kami tetap tidak pernah puas dan akan terus mencoba produktif untuk lomba-lomba selanjutnya.” ucap Anung.

Hasil yang diraih tim DART memberikan pesan bagi mahasiswa Undip agar terus semangat mencari ilmu dan belajar banyak hal, serta tetap produktif dengan mengikuti kegiatan-kegiatan yang positif. “Tak lupa mempertahankan integritas sebagai mahasiswa juga merupakan hal yang penting. Gunakanlah waktu luang yang ada untuk belajar, berkompetisi, dan cobalah untuk meraih prestasi dari ilmu yang kalian dapatkan selama berkuliah. Manfaat prestasi itu tidak hanya dirasakan oleh kalian sendiri, melainkan menjadi kebanggaan bagi almamater juga.” pungkas Anung.