Universitas Diponegoro kembali meluluskan mahasiswa terbaiknya pada Wisuda ke-167 tahap ke-7 di Gedung Prof. Soedarto SH, kampus Undip Tembalang, Jumat (29/07). Wisudawan S1 Agroekoteknologi Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP), Lifta Nuraini membagikan pengalaman menariknya ketika awal mengenal Undip hingga menjadi lulusan terbaik/cumlaude saat ini.

“Kuliah di Undip memberikan saya banyak sekali pengalaman dan pembelajaran. Tinggal merantau jauh dari kampung halaman tentunya menjadi tantangan tersendiri untuk beradaptasi, namun suasana kampus yang nyaman membuat hal itu menjadi mudah. Saya bisa mengenal teman-teman dengan latar belakang budaya yang berbeda, belajar bersosialisasi dengan masyarakat lebih baik lagi serta belajar hal-hal baru di dunia pertanian yang tentunya belum saya dapatkan sebelumnya. Bidang pertanian merupakan bidang yang sangat krusial bagi bangsa, namun masih banyak orang yang belum tertarik bidang ini, karena identik dengan pekerjaan mencangkul dan di sawah. Menjadi mahasiswi pertanian, menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk mengubah stigma orang-orang yang masih memandang sebelah mata pertanian.” ungkapnya.

Rasa ketertarikan yang besar pada bidang pertanian sejak SMA, membuatnya gigih dalam menimba ilmu di bangku perkuliahan meskipun ia berasal dari dusun terpencil di daerah Lampung Selatan. Mahasiswa peraih IPK 3,99 ini juga mengucapkan rasa syukur atas kesempatannya mendapatkan beasiswa Bidikmisi, hingga ia dapat melanjutkan pendidikan di salah satu universitas terbaik di negeri ini. Selain itu, ia juga menambahkan kesan baiknya menjadi mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP).

“Agroekoteknologi Undip mengenalkan lebih jauh kepada saya betapa pentingnya pertanian bagi kehidupan ini, prospek pertanian di masa depan hingga membuat saya yakin bahwa masuk ke bidang pertanian merupakan jalan yang sangat tepat yang Allah berikan kepada saya untuk terus berproses kedepannya.” ucapnya.

Lifta menyadari betapa pentingnya pendidikan saat ini, tetapi ia juga merasa bahwa organisasi turut mendukung untuk melatih dan mempersiapkan diri menjadi bagian dari suatu wadah nantinya atau bahkan menyiapkan jiwa calon pemimpin di masa depan dalam menunjang kualitas diri di perkualiahan. Oleh karena itu, mahasiswa peraih beasiswa Bidikmisi ini aktif dalam mengikuti organisasi seperti UPK Minerva Research Club, Ketua Departeman IDEA UPK KM An-Nahl, Staff Public Relation UKM RnB (Research and Bussiness), Bendahara UKM Catur Undip, Staff Divisi Kajian Al-Fatih Maskam Undip. Selain itu, ia juga mengikuti beberapa kepanitian di lingkup fakultas dan menjadi volunteer project Ayo Nandur yang berfokus pada pengenalan pertanian di daerah urban, serta project pengembangan Wisata Gunung Panjilaras bersama team Eksternal Project UKM RnB. Selain mengikuti organisasi dan kepanitiaan, Lifta merupakan mahasiswa yang kompetitif, terbukti dengan keikutsertaannya dalam team PMW ALPHA HYDRONIC dan berhasil lolos sampai tahap pendanaan.

Lifta menyampaikan pesan akan pentingnya pendidikan untuk generasi muda khususnya bagi teman-teman mahasiswa Undip yang saat ini sedang berjuang menyelesaikan pendidikan perkuliahannya. “Pendidikan merupakan pondasi untuk memajukan suatu bangsa. Sebagai generasi muda tentunya kita harus menjadi pilar kemajuan suatu bangsa, melalui hal-hal sederhana yang dapat kita lakukan salah satunya yaitu belajar dan terus belajar dengan bidang-bidang tertentu sesuai dengan minat dan ketertarikan yang kita miliki. Menjadi generasi terdidik supaya bisa mengusahakan kehidupan yang lebih baik lagi. Pendidikan bukan hanya sekedar ilmu teoritis, melainkan harus diterapkan dalam kehidupan, bukan hanya tentang ilmu di bangku kuliah melainkan bagaimana cara kita mengamalkan ilmu yang kita terima ke masyarakat dan lingkungan kita. Terdidik bukan saja secara keilmuan, melainkan juga terdidik menjadi seorang pribadi yang jujur, berani, peduli, adil dan berintegritas.” tuturnya ketika diwawancarai oleh tim Humas Undip. (Afifah-Humas)