Desa Pitrosari merupakan salah satu desa di Kecamatan Wonoboyo Kabupaten Temanggung yang memiliki potensi besar pada sektor pertanian dan peternakan. Sebagian besar lahan Desa Pitrosari digunakan untuk lahan pertanian dengan kelebihan pada letak tempatnya yang strategis sehingga warga menggunakannya untuk menanam berbagai komoditas unggulan seperti kopi, tembakau, cabai, dan kol. Selain itu, terdapat potensi pada sektor peternakan dengan adanya peternakan sapi potong, ayam arab, serta kambing PE (Peranakan Etawa). Kedua potensi besar tersebut sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Pitrosari. Namun tak dapat dipungkiri, potensi besar tersebut pasti menghasilkan limbah sampah yang sangat banyak dan akan memicu terjadinya permasalahan pada lingkungan.

Permasalahan limbah sampah di Desa Pitrosari, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung masih menjadi problematika yang belum terpecahkan. Menumpuknya limbah hasil pertanian dan peternakan serta limbah rumah tangga yang sampai saat ini hanya dikelola seadanya tak dapat dianggap sebagai suatu permasalahan biasa.

Dengan adanya permasalahan tersebut, Tim Program Penguatan Kapasitas (PPK) Ormawa Himpunan Mahasiswa S1 (HM S1) Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro bimbingan Asep Setiaji, S.Pt., M.Sc., Ph.D bersama masyarakat Desa Pitrosari bergerak menciptakan suatu rumah sampah berbasis digital dalam mengatasi permasalahan limbah sampah yang belum terpecahkan.

Penerapan usaha untuk mengatasi sampah di Desa Pitrosari sudah sempat dilakukan sejak dahulu dan masih berjalan hingga saat ini. Desa Pitrosari bersama BUMDes Pitrosari menjalankan program penyebaran tempat sampah di setiap rumah warga. Penerapan program desa ini baru diterapkan di salah satu dusun di Desa Pitrosari, tepatnya di Dusun Krajan.

“Sebenarnya sudah ada program dari BUMDes yaitu penyebaran tempat sampah di setiap rumah warga, namun program tersebut baru ada di Dusun Krajan, di dusun lainnya seperti Dusun Gunung Sari, Dusun Getas, dan Dusun Muntuk belum ada,” ucap Ketua BUMDes Pitrosari Bapak Abdul Manan.

Masih kurang memadainya penerapan serta tata kelola pengolahan limbah sampah di Desa Pitrosari memunculkan angan-angan masyarakat untuk memiliki suatu wadah dan fasilitas yang mampu mengolah limbah sampah dengan struktural serta manajemen yang tertata sehingga Tim PPK Ormawa HM S1 Peternakan bersama masyarakat menjadikan permasalahan tersebut sebagai dasar untuk mengadakan beberapa program kegiatan yang memacu kepada kesiapan pembuatan rumah sampah digital bersama masyarakat Desa Pitrosari.

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh Tim PPK Ormawa HM S1 Peternakan Universitas Diponegoro selama program dimulai dari bulan Juli 2022 diantaranya melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat yang selanjutnya diadakan Focus Group Discussion (FGD), pencarian kader-kader rumah sampah digital, serta survey tempat yang nantinya akan digunakan sebagai rumah sampah tersebut.

Dengan adanya antusias, keinginan, serta dukungan yang besar dari masyarakat terhadap program ini diharapkan kedepannya dapat terealisasi secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan serta kesejahteraan masyarakat Desa Pitrosari.