Upaya mencetak guru besar sejalan dengan visi Rektor Undip, Prof Dr Yos Johan Utama SH MH yakni Undip masuk dalam daftar 500 universitas terkemuka di dunia. Sampai akhir tahun ini, diperkirakan Undip akan memiliki 200 guru besar yang berasal dari 11 Fakultas, satu Sekolah Vokasi dan satu Sekolah Pasca Sarjana. Untuk itu, dua calon guru besar yang berasal dari Fakultas Sains dan Matematika dan Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Keduanya adalah Dr. Indira Januarti dan Dr. Dra. Sunarsih, Msi. Mereka secara berurutan melakukan presentasi secara online dalam Rapat Pleno Dewan Profesor Senat Akademik (SA), Senin (15/6/2020).

Ketua Senat Akademik Undip, Prof Dr Ir Sunarso, MS, dalam sambutannya mengatakan meski pandemik Covid-19 masih terjadi, proses promosi guru besar di Undip terus dilakukan. “Ini merupakan yang kesekian kalinya kita mengikuti presentasi guru besar. Sampai dengan (akhir) Juni ada 15 calon gubes yang akan mempresentasikan naskah ilmiahnya,” ujar Ketua SA Undip, Prof Sunarso.

Dalam pemaparannya Dr. Dra. Sunarsih, Msi mengungkapkan bahwa pemodelan matematika merupakan bidang matematika yang berusaha untuk mempresentasikan dan menjelaskan sistem-sistem fisik atau problem pada dunia real dalam pernyataan matematika, sehingga diperoleh pemahaman dari problem dunia real ini menjadi lebih tepat. Sederhananya model matematika merupakan usaha untuk menggambarkan suatu fenomena ke dalam bentuk rumus matematis sehingga mudah untuk dipelajari dan dilakukan perhitungan.

Sunarsih menambahkan bahwa sistem persamaan digunakan untuk menggambarkan bagaimana daya dukung lingkungan pada sistem proses unit pengolahan air limbah yang dapat mendegradasi bahan organik. Sebuah sistem yang dapat mengilustrasikan proses degradasi adalah sistem IPAL dengan terjadinya interaksi antar unsur-unsur variabel konsentrasi. Kondisi ini merupakan keadaan dinamik dimana keadaan sistem berubah terhadap waktu, yang ditandai dari keadaan tak tunak (unsteady state) sampai keadaan tunak (steady state).