SEMARANG-Ribuan alumni Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tersebar di penjuru tanah air memiliki cerita tersendiri atas kesuksesan yang diraihnya saat ini. Yang pasti, mereka mengaku bersyukur karena mendapatkan pengalaman belajar di salah satu PTN (Perguruan Tinggi Negeri) terbaik yang kini kampusnya berpusat di Tembalang Kota Semarang. Tentu banyak suka-duka yang dialami, selain kisah-kisah yang bisa menginspirasi.

Salah satunya adalah kisah sukses Haris Muhtadi, alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Undip. Haris adalah sosok yang semenjak tahun 2018 dipercaya menjadi Direktur Sales and Marketing di PT CJ Feed and Care Indonesia, perusahaan pakan ikan dan udang serta pakan ternak yang memiliki pabrik di Medan, Lampung, Serang (Banten), Batang (Jawa Tengah), Jombang (Jatim) dan Banjarmasin ini merupakan mahasiswa angkatan awal di Perikanan dan Kelautan.

Karirnya di perusahaan yang memiliki 6 pabrik di Indonesia, 2 pabrik di Korea, 9 pabrik di China, 4 pabrik di Vietnam, dan 1 pabrik di Filipina ini tergolong moncer. Padahal sewaktu kuliah, pria kelahiran Pati 26 Juli 1966 ini merasa biasa-biasa saja. Masuk Jurusan Perikanan Undip Tahun 1984 yang waktu itu bernaung di Fakultas Peternakan dan Perikanan, Haris mengaku tak menonjol di bidang akademik.

Dia menegaskan, masuk ke Jurusan Perikanan adalah pilihan pertamanya setamat sekolah menengah atas. “Perikanan adalah pilihan pertama saya,” tegasnya. Karena itu, meski mengaku tak menonjol di bidang akademik, gelar Sarjana Perikanan bisa diraihnya tahun 1989.

“Kebetulan dulu saya bukan mahasiswa yang menonjol secara akademis tapi lebih banyak melakukan aktivitas di luar untuk berinteraksi dengan berbagai golongan, jenis orang, jenis pemikiran itulah yang hari-hari saya ini terasa bermanfaat,” kata Haris Muhtadi yang juga menjadi Ketua Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), saat diwawancara, Kamis (24/6/2021).

Semangat tinggi untuk terus belajar dan membangun jaringan menjadi salah satu pintu keberhasilannya. Keberhasilannya didapat karena kerja keras dan pengembangan diri yang dilakukan secara terus menerus. “Salah satunya terus update ilmu baru meskipun tidak melalui jalur formal menjadi sarjana S2. Pengembangan diri bisa didapat juga melalui training, short course, workshop dan seminar yang biasa diikuti selama kita bekerja,” kata alumni SMAN 1 Pati ini.

Karena itulah, selain dipercaya menjadi salah satu orang penting di perusahaan pakan yang berpusat di Korea Selatan, sejak tahun 2016 dia juga dipercaya menjadi Ketua Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), organisasi tempat para produsen pakan ternak, pakan ikan dan pakan udang di Indonesia berhimpun.

Di GPMT, alumni FPIK Undip ini getol menyuarakan aspirasi para anggotanya agar bisa terus eksis dan memebrikan kontribusi pada usaha perikanan dan peternakan di Indonesia. Pengalamannya bergiat saat masih di Kampus Diponegoro, berpengaruh terhadap pola pikir dan pola tindak ketika dalam lingkungan pekerjaan dan organisasi.

Pada posisinya sekarang sebagai direktur dari sebuah perusahaan pakan berskala internasional, dirinya pun harus bertemu sangat banyak orang; dengan latar belakang yang berbeda-beda dan berasal dari berbagai bangsa. Di situlah beberapa pengalaman masa lalunya yang saat ini terasa relevan.

“Ternyata kunci dari berbagai deal business adalah bagaimana meyakinkan pihak lain bahwa ide kita ini layak untuk dibeli oleh client atau customer. Jadi, pesan saya untuk teman-teman mahasiswa maupun calon mahasiswa yang ingin belajar tentang Kelautan dan Perikanan khususnya di Undip, cobalah untuk lebih aktif bukan hanya di kelas dan mengejar keberhasilan akademis. Belajarlah juga dari luar kelas,” terangnya.

Menurut dia, para mahasiswa yang mau belajar di luar kelas akan lebih banyak berinteraksi dengan sebanyak mungkin orang dengan berlatar belakang budaya, suku, negara, dan bangsa yang berbeda.  Maka disitulah mahasiswa akan dapat kekayaan intelektual.

“Wawasan yang luas akan menjadi senjata yang bagus untuk bersosialisasi. Dengan luasnya pergaulan, membantu peningkatan pengakuan dari masyarakat sesuai bidang usaha, secara tidak langsung mempermudah kerja dan peningkatan karir kita,” dia menambahkan.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, dirinya juga mengajak para mahasiswa untuk terus kreatif dan tetap bersemangat dalam belajar. Dia menyaranbkan agar para mahasiswa memperbaiki kemampuan bahasa asing, terutama Bahasa Inggris. “Jangan berhenti belajar.”

Hal lain yang disarankannya adalah untuk tidak berhenti membaca buku bidang apapun sesuai minat. Tersedianya sarana teknologi komunikasi, menurut dia, memudahkan kita dalam belajar. Belajar memakai sarana zoom, skype, internet dan cara lain jelas sangat membantu, dan sesuai dengan protokol kesehatan.

“Kalau kita persiapkan sebaik mungkin dan hidup kembali normal, kita tidak ketinggalan kereta, tetap update info dan tahu perkembangan zaman. The show must go on, Covid-19 bukan alasan untuk berhenti mengembangkan diri,” tegas Haris.

Yang pasti, selaku alumni dia mengucapkan terima kasih kepada Undip sebagai lembaga yang turut membentuk karakter dan keahliannya; khususnya para dosen dan senior yang selalu membimbingnya hingga menjadi sekarang ini. “Tidak lupa, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada para dosen dan juga para senior yang telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam hidup saya,” pungkasnya. (tim humas)