Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro (Undip) menggelar seminar Internasional ICAS (International Conference on Agricultural Sustainability) 2022 yang mengupas tentang strategi penguatan ketahanan pangan dari aspek pertanian, peternakan, agribisnis dan teknologi pangan.

Program Studi Agroekoteknologi dipercaya menjadi penanggung jawab seminar internasional pada pekan lalu. Total jumlah peserta adalah 236 dengan 142 Presenter dalam lebih dari lima negara yaitu India, Malaysia, Rusia, dan Pakistan.

Hadir sejumlah narasumber dalam seminar internasional ini, di antaranya Prof. Florentina Kusmiyati dari Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Indonesia; Prof. Dr. Hideto Ueno dari Graduate School of Agriculture, Ehime University, Jepang; Prof. Peter J Batt dari Curtin Business School, Curtin University, Australia; Assoc. Prof. Toshihiro Konno, Ph.D. dari Faculty of Agriculture, University of The Ryukyus; Assoc. Prof. Lan-Szu Chou, Ph.D. dari BioAgricultural Sciences, College of Agriculture, National Chiayi University, Taiwan.

Pada seminar yang mengambil tema “Strengthening Agricultural Sustainability and Technology Post Covid-19”, Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian, Prof. Dr. Ir. Bambang Waluyo H.E.P., M.S., M.Agr., IPU membuka ICAS 2022, mengatakan tentang keadaan pertanian dunia yang terkena dampak. Dalam hal ini, maka petani harus beradaptasi dengan lingkungan yg baru. “Dengan ICAS 2022 virtual ini, saya berharap dapat berguna bagi pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan dalam meningkatkan pertanian keberlanjutan. Seminar ini diharapkan dapat berguna bagi bangsa dan dunia”. Selaku pimpinan fakultas, Bambang WHEP mengucapkan terima kasih kepada semua mitra yaitu panitia, pembicara, dan pemateri, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam ICAS 2022

Ir. Didik W. Widjajanto, M.Sc.Res., Ph.D. selaku Ketua Pelaksana ICAS 2022 mengatakan bahwa peran para pemangku kepentingan sangat penting dalam penguatan pertanian berkeberlanjutan pasca Covid-19. Beliau menegaskan tentang ketahanan pangan dalam pidatonya.

Prof. Florentina Kusmiyati memaparkan materinya tentang lahan marjinal kaitannya dengan tanah masam dan tanah salin. Berdasarkan penelitian beliau di bidang tanaman pakan, tanaman pakan yg ditanam di lahan salin memiliki hasil yang bagus untuk perkembangan bobot harian kambing. Selain itu penelitian yang telah dilakukan adalah proses mutasi genetik tanaman kedelai hitam dengan radiasi sebagai sumber genotip kedelai hitam toleran terhadap tanah salin.

Prof. Hideto Ueno pada paparannya mengatakan bahwa pentingnya pengembangan pupuk organik dari bahan organik yang melimpah dan tidak digunakan serta bahan organik dan sisa tanaman leguminosa sebagai teknologi yang rendah biaya dan berkelanjutan.

Prof. Peter J Batt pada presentasinya mengatakan bahwa dampak Covid-19 sangat berpengaruh terhadap pola perilaku pembeli. Seperti contohnya pada sektor retail terjadi kebiasaan baru yaitu social distancing. Terjadinya lockdown juga menurunkan jumlah kemampuan daya beli masyarakat sehingga terjadi penurunan laba dari sektor retail. Dari segi produser, lockdown menyebabkan penurunan permintaan akan kebutuhan produk pertanian, sehingga berdampak dari segi produksi.

Di akhir sesi keynote speaker, Assoc. Prof. Toshihiro Konno menjelaskan tentang perkembangan reproduksi dengan proses implantasi embrio untuk menunjang perkembangan dan keberhasilan transfer embrio. Menutup sesi keynote speaker, Assoc. Prof. Lan-Szu Chou menjelaskan tentang teknologi dalam deteksi mikrobia di dalam produksi pangan.