SEMARANGFakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (UNDIP) menyediakan ruang bagi mahasiswa yang ingin mendalami ilmu biologi dengan kurikulum internasional. Kelas IUP (International Undergraduate Program) yang dikenal sebagai “program kelas internasional” ini merupakan program studi setara dengan studi sarjana S1 yang menerima lulusan SMA dan yang sederajat untuk dididik menjadi lulusan yang andal dan mampu bersaing di era global.

Dekan FSM UNDIP, Prof Dr Widowati SSi MSi, mengatakan kelas IUP memakai kurikulum dan standar internasional sehingga memakai bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. “Untuk Kelas IUP kami bermitra dengan sebelas universitas di luar negeri yang memiliki program studi yang sama, sehingga standar pendidikannya pun setara,” kata Prof Widowati, Senin (22/3/2021).

Universitas yang bermitra dengan Prodi Biologi FSM Undip itu berada di Thailand, Malaysia, Jepang dan Taiwan. Untuk Thailand di antaranya adalah Universitas Chulalongkorn, Universitas Mahidol, Universitas Teknologi Raja Mongkut Bangkok Utara, Universitas Pangeran Songkla dan  Universitas Teknologi Suranaree. Sedangkan di Malaysia FSM Undip bermitra dengan  Universitas Malaysia Sabah. Universitas Hiroshima Jepang sepakat bermitra dengan Undip, sedangkan di Taiwan ada dua perguruan tinggi yang digandeng, yakni Universitas Nasional Dong Hwa dan Universitas Nasional Chung Hsing.

Penandatangan kerjasama antara FSM UNDIP dengan School of Science, Hiroshima University, Japan. (Foto: Dok)

Selain bekerja sama dengan Universitas terkemuka di Asia, Prodi Biologi juga bekerja sama secara aktif dengan Universitas dan lembaga Riset di Australia dan Perancis diantaranya Australian Nuclear Science and Technology Organisation (ANSTO) Australia, Universite de Montpellier, Perancis;  dan INRA Perancis dalam bidang penelitian dan publikasi internasional terindeks bersama. Kerjasama dengan Universite de Montpellier dan INRA ini juga ditunjukkan dengan kehadiran Pascal Loubiere PhD (INRA) dan Emmanuel Cornillot PhD (Universite de Montpellier) sebagai narasumber pada kegiatan studium generale yang diselenggarakan oleh Prodi Biologi maupun Fakultas Sains dan Matematika.

Tindak lanjut kerjasama dengan mengundang Prof. Henk Heijnis, Ph.D. dari Ansto Australia pada kegiatan The 8th ISNPINSA FSM. (Foto: Dok)