Mata merupakan organ tubuh yang sangat penting bagi kehidupan kita, sehingga kesehatannya harus dijaga sedini mungkin.  Jika terjadi gangguan mata meskipun itu sedikit,  tetap saja akan membuat tidak nyaman. Gangguan penglihatan pada anak-anak dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya kebiasaan sehari-hari, kelainan bawaan dan juga genetik. Kebiasaan sehari-hari tampak terlihat bahwa anak-anak jaman sekarang sangat dekat dengan gadget, apalagi di era pandemi ini anak-anak belajar dari rumah secara daring.

dr. Arnila Novitasari Saubig, Sp.M(K), Dokter Spesialis Mata (Konsultan) Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Universitas Diponegoro, menyampaikan bahwa pada anak-anak untuk melihat jauh dan dekat seharusnya seimbang, sehingga dibutuhkan bantuan baik dari guru dan orang tua untuk memberikan pemahaman pada anak ada batasan-batasan waktu dalam menggunakan gadget.

“Usia dibawah 3 tahun tidak diperkenankan menggunakan gadget, tapi biasanya usia 3 sampai 4 tahun sudah pre school namun itu juga hanya sekitar 30 sampai 45 menit memakai gadget, jadi tidak ada satu jam, ketika sudah TK sekitar 60 sampai 90 menit dan SD 3 sampai 4 jam. Jadwal anak-anak sekolah secara online saat ini sekitar 2 jam, ada jeda istirahat setengah jam, itu sudah cukup baik. Dan sisanya apakah boleh mainan gadget full? sebaiknya kita batasi, mereka bisa beralih menonton TV atau apabila ingin nonton youtube dapat dipindahkan ke layar telivisi yang lebih lebar” tuturnya.

“Lebih aman menggunakan PC atau laptop karena jaraknya terjaga, jarak mata dengan screen 30 sampai 50 cm, akan mengurangi kelelahan pada otot-otot mata sehingga mencegah kebutuhan kaca mata. Sedangkan bagi anak-anak yang sudah berkacamata akan menjaga agar progresifitas tidak cepat. Ketika melihat dekat secara terus menerus apalagi dalam jangka waktu yang lama, otot-otot di mata bekerjanya kontraksi, ketika kita melihat jauh otot-otot tersebut berelaksasi” lanjutnya.

Dr. Arnila mengatakan untuk menjaga kesehatan mata ada beberapa hal yang bisa dilakukan diantaranya  mengkonsumsi makanan yang bernutrisi, seperti makanan yang berwarnai orange atau hijau, wortel, tomat, pepaya, brokoli, bayam, tomat atau telur omega 3. Dalam penggunaan gadget untuk sekolah kita perhatikan kebutuhannya dalam lamanya waktu menggunakan gadget pada hari itu. Selanjutnya harus aware terhadap kondisi mata anak, terutama saat masih bayi atau bayi prematur, apakah terdapat kelainan misalnya, anak tersebut selalu menghindari cahaya, menangis saat terkena lampu atau cahaya, tidak fokus dan tidak respon terhadap mainan. Ada alergi di mata juga, kita perlu memperhatikan misalkan anak-anak memegang mainan atau bermain pasir lupa cuci tangan kemudian kucek-kucek mata, bisa menyebabkan mata merah dan kelopak mata atas atau bawah bentol-bentol.

“Sebagai orang tua harus selalu memperhatikan anak jika menemukan kelainan pada mata mereka, harus segera membawanya ke dokter spesialis mata atau pusat kesehatan. Di masa school from home ini perlu dibatasi penggunaan gadget, waktunya disesuikan dengan usia, layar harus lebar, jarak harus dijaga dan nutrisi bagi kesehatan mata juga harus diingat” pesannya. (Linda Humas)