Semarang-Jawa Tengah (21/12). Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum., menerima kunjungan kerja dari Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Ruang Rektor lantai 2 Gedung Widya Puraya, Kampus Undip Tembalang Semarang Jawa Tengah pada Senin (20/12).

Kunjungan kerja ini dalam rangka peninjauan fasilitas prasarana pendukung transportasi di kampus Undip. Acara ini turut dihadiri oleh Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbud-Ristek Republik Indonesia Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D., dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Drs. Budi Setiyadi, S.H., M.Si.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam sambutannya mengungkapkan apresiasinya terhadap inovasi-inovasi yang sudah diciptakan Undip, khususnya dalam bidang transportasi yaitu Bus Bio Smart and Safe Bus.

Menhub Budi Karya Sumadi (keempat dari kiri) ungkapkan apresiasinya terhadap inovasi Bio Smart and Safe Bus, Senin (20/12) di Halaman Rektorat, Gedung Widya Puraya, Kampus Undip Tembalang.

“Jadi ini saya memberikan apresiasi kepada Rektor Undip, Dirjen Dikti, dan Dirjen Perhubungan Darat. Satu pemikiran yang sangat antisipastif terhadap situasi di negara Indonesia, bahkan di seluruh dunia.” ungkap Budi Karya Sumadi.

Dengan fasilitas yang dimiliki oleh Bus Bio Smart and Safe Bus, antara lain HEPA Filter, UV-C lamp, dan Nano Silver, maka jumlah virus atau peredaraan virus pada kabin bus akan diminimalisir secara signifikan. Hal ini sangat bermanfaat disaat pandemi Covid-19.

“Selama ini yang namanya HEPA Filter hanya ada di pesawat dan sekarang satu keniscayaan bahwa kita bisa membuatnya dan yang membuat Undip.” ungkap Budi. Lebih lanjut, Budi ingatkan fasilitas ini untuk segera dipatenkan dan dapat diterapkan di bus-bus antar kota di Indonesia.

Selain itu, Budi berharap terjadi kolaborasi antar perguruan tinggi untuk melanjutkan inovasi-inovasi terkait alat transportasi di Indonesia. “Bagaimana kalau beberapa universitas bergabung membuat bus listrik tapi dengan kualifikasi bus Bio Smart and Safe Bus. Jadi masing-masing komponen itu saling berkolaborasi.” ucapnya.

Dengan ditetapkannya Indonesia sebagai Presidensi Group of Twenty (G20), Bus Bio Smart and Safe Bus telah diproyeksikan untuk mendukung acara G20 di bulan Oktober 2022 nanti.

“Minimal 10 bus untuk kegiatan G20 dibulan oktober nanti. Sangat membanggakan apabila kita bisa berkontribusi dan kita bisa tunjukan kita memiliki daya saing sebagai bangsa yang selalu ingin bersaing.” jelas Menteri Perhubungan itu.

Rektor Undip Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum., mengungkapkan inovasi Bus Bio Smart and Safe Bus ini tercipta dari program Matching Fund Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud-Ristek Republik Indonesia. Inovasi ini selain digunakan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19, juga dirancang untuk meningkatkan kualitas kesehatan.

“Kita siapkan untuk peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Inilah yang kita harapkan, budaya sehat yang didukung dengan teknologi yang canggih, Insyaallah maka kemudian kualitas kesehatan kita akan bagus.” jelas Prof. Yos.

Lebih lanjut, Prof. Yos ungkapkan beberapa inovasi yang telah diciptakan Undip, diantaranya Zeta Green, Rehabilitasi Robotik dan Inovasi Alat Kesehatan, Robot Pelayanan, serta bus Bio Smart and Safe Bus merupakan inovasi yang diciptakan agar bermanfaat untuk masyarakat luas.

“Jadi semuanya harus bermanfaat untuk rakyat. Alhamdulillah sebagai pertanggung jawaban kepada bangsa dan negara, alat-alat itu telah digunakan oleh masyarakat dan Insyaallah sangat membantu. Kami mohon dukungan untuk pengembangan yang lebih lanjut.” jelas Prof. Yos.

Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbud-Ristek Republik Indonesia Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D., turut mendukung inovasi-inovasi yang telah diciptakan oleh Undip. Serta berharap akan terjadi hilirisasi terhadap penemuan inovasi-inovasi ini.

“Selamat kepada Rektor Undip dan tim yang telah mengembangkan bus Bio Smart and Safe Bus ini. Kami sangat apresiasi kepada Menteri Perhubungan yang memberi contoh bagi Kementerian sektoral untuk menangkap hasil inovasi dari perguruan tinggi.” jelas Prof. Nizam.