Pemerintah sangat serius dalam mewujudkan komitmen Net-Zero Emission pada tahun 2060 dan saat ini Pemerintah tengah menyusun sebuah roadmap untuk merealisasikan Net-Zero Emission demi menghadapi berbagai tantangan serta resiko perubahan iklim di masa yang akan datang.

Energi menjadi salah satu sektor yang difokuskan dalam upaya mencapai program Net-Zero Emission. Berbagai negara telah mengeluarkan berbagai regulasi baru dalam hal penyediaan energi listrik yang disesuaikan dengan program Net-Zero Emission, termasuk Indonesia.

Dalam rangka mewujudkan Indonesia Net-Zero Emission, Fakultas Teknik (FT) Universitas Diponegoro (Undip) bekerja sama dengan PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menggelar seminar nasional dengan tema “100 Years of Indonesia Automotive Industry: Realizing Indonesia Net-Zero Emission” pada Rabu (25/05) di Gedung Prof. Soedarto kampus Undip Tembalang.

Seminar nasional yang didukung oleh Kementerian Perindustrian dan Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor IV bidang Riset dan Inovasi, Sekretaris Majelis Wali Amanat, Dekan FT Undip, Para Dekan dan Sekolah di lingkungan Undip, Presiden Direktur PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) beserta jajarannya, dan para mahasiswa peserta seminar nasional.

Sebelumnya, seminar nasional dibuka oleh Wakil Rektor IV bidang Riset dan Inovasi Prof. Dr. Ir. Ambariyanto, M.Sc. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan bahwa isu lingkungan sudah menjadi perhatian yang besar dalam pengambilan kebijakan di Undip. Selain itu, Undip telah memasukan isu-isu tersebut dalam proses belajar mengajar dan kegiatan penelitian & pengabdian, sehingga dapat menjadi edukasi bagi mahasiswa dan masyarakat.

“Bahwa tim SDG’s kita sudah menghitung semua mata kuliah di Undip yang terkait dengan SDG’s itu diatas 2500 mata kuliah, jadi sangat besar yang terkait dengan 17 goals SDG’s ini. Penelitian juga yang terkait dengan SDG’s itu sudah diatas 50%. Jadi kita menghitung dana dan jumlah jenis penelitian yang dilakukan di Undip yang terkait dengan SDG’s secara langsung diatas 50%.” jelas Prof. Ambariyanto.

“Kita sudah mulai menggunakan Solar Cell, kemudian untuk sampah sudah dikelola di TPST, kemudian audit energi sudah kita lakukan, lalu fasilitas-fasilitas untuk difabel juga sudah kita siapkan, kemudian peraturan-peraturan Rektor yang mendukung hal itu. Selain itu, berkaitan dengan pemeringkatan tentang lingkungan, UI GreenMetric University Ranking, Undip berada di posisi nomor 2 di Indonesia dan 30 di dunia. Itu hal yang luar biasa karena yang di nilai ada 6 bagian, yaitu infrastruktur, waste manajemen, water manajemen, transportation, edukasi, dan energi.” sambungnya.

Prof. Ambar menambahkan komitmen mengenai Net-Zero Emission memang cukup menantang. Komitmen ini tentu bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga perlu melibatkan seluruh komponen bangsa. Dukungan dan upaya dari semua pihak sangat diperlukan termasuk dari dunia industri dan dari Perguruan Tinggi.

Beliau menganggap kerja sama Undip dengan PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) merupakan langkah yang strategis untuk menguatkan komitmen Net-Zero Emission. “Jadi apa yang diupayakan PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) bekerja sama dengan Undip itu saya kira suatu langkah strategis yang sangat bagus dan kita tentu ingin berusaha meningkatkan kerja sama ini.” ungkap Prof. Ambar.

Industri dan akademia mempunyai peran yang penting untuk berkolaborasi bersama Pemerintah untuk membuat roadmap dan strategi implementasi tersebut. Akademia dengan keahliannya melakukan riset dan dari sisi industri dapat memberikan masukan dari sudut pandang ekonomi dan bisnis, sehingga Pemerintah memiliki informasi yang cukup lengkap dari semua sudut pandang dan dapat merumuskan regulasi yang tepat untuk mencapai Net-Zero Emission.

Sementara itu, Presiden Direktur PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono mengungkapkan kolaborasi Triple Helix telah dimulai di Undip dan nantinya akan hadir dibeberapa kampus di seluruh Indonesia. Kolaborasi Triple Helix ialah sinergi antara Pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha dalam program riset elektrifikasi kendaraan dan juga program Link and Match. Dalam upaya untuk mengurangi jejak karbon dan mencapai kondisi Net-Zero Emission, Pemerintah menerapkan 5 prinsip utama, salah satunya adalah penggunaan kendaraan listrik di sektor transportasi.

Warih mengajak seluruh civitas akademika Undip untuk berperan aktif dalam pengembangan elektrifikasi di Indonesia. “Jadi saya berharap seluruh civitas akademika Undip untuk berperan aktif dalam era elektrifikasi ini. Jangan takut, jangan sungkan, share your idea untuk negeri tercinta ini, sehingga kita kedepan tidak tertinggal jauh dengan negara-negara industri yang lain, saya yakin civitas akademika Undip akan memberikan peran yang positif, peran yang aktif, dalam pengembangan elektrifikasi di Indonesia.” jelasnya.

Warih menambahkan bahwa musuh bersama dalam pencapaian Net-Zero Emission ini adalah emisi karbon. “Mari kita wujudkan agar semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk turut berkontribusi menurunkan emisi karbon.” pungkasnya.

Selain itu, Dekan Fakultas Teknik Undip Prof. Ir. Mochamad Agung Wibowo, M.M., M.Sc., Ph.D., menjelaskan kegiatan seminar nasional ini merupakan satu rangkaian dari beberapa kegiatan. Diawali dengan perlombaan untuk mahasiswa, yakni perlombaan poster terkait dengan Net-Zero Emission. Kemudian yang kedua ialah exhibition tentang electric vehicle, yaitu peserta seminar nasional dapat mendaftarkan diri untuk melakukan test drive menggunakan kendaraan listrik.

Dalam pameran electric vehicle juga terdapat salah satu kontribusi riset dari dosen Departemen Teknik Elektro FT Undip, Trias Andromeda, S.T., M.T., Ph.D. Ia bekerja sama dengan pelaku industri dan sudah mengaplikasikan bagaimana ilmu tentang baterai dan charging baterai itu dipakai untuk sepeda motor listrik.

Senada dengan Warih, Prof. Agung mengungkapkan musuh bersama untuk mencapai Net-Zero Emission adalah emisi karbon. “Jadi hampir di semua sektor, hampir di semua stakeholder, kita sepakat bahwa gas emisi menjadi salah satu musuh utama kita dan ini menjadi sangat penting karena kita tidak mungkin mengatasi sendiri-sendiri.” jelas Prof. Agung.

Prof. Agung berharap cita-cita tentang Net-Zero Emission dapat dijadikan sebuah karakter dan budaya sehingga dapat saling menginspirasi dan menciptakan sinergi untuk mewujudkan cita-cita tersebut. “Kita perlu membangun bahwa cita-cita tentang Net-Zero Emission dapat menjadi karakter dan budaya bangsa. Tugas kita adalah bagaimana ini menjadi sistem. Perjalanan masih panjang, perlu adanya sinergi dan kerja sama di antara kita semua.” pungkasnya.

Acara dilanjutkan paparan materi oleh beberapa narasumber, yaitu Ir. Emma Rachmawati, M.Sc. (Direktur Mitigasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan) yang menyampaikan materi dengan judul Indonesia’s Commitment Towards Net-Zero Emission and Current Achievement of Nationally Determined Contribution, kemudian Prof. Dr.-Ing. Wiwandari Handayani, S.T., M.T., MPS (Profesor di Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota FT Undip) yang menyampaikan materi dengan judul Net-Zero Emission Commitment: Global Perspectives and Academia Roles, dan Dr. Indra Chandra Setiawan (Project General Manager di Toyota Daihatsu Engineering & Manufacturing, Co. Ltd.) yang menyampaikan materi dengan tema Automotive industry’s role & contribution in achieving Net-Zero Emission target.