Globalisasi dan revolusi industri telah memaksa banyak elemen masyarakat untuk terus mencari pengalaman internasional. Obrolan mahasiswa zaman sekarang tidak lagi berkutat pada indeks prestasi semata, melainkan sudah mengarah kepada berapa negara yang sudah dikunjungi. Membuka wawasan global dan pengalaman di negara orang adalah daya tarik tersendiri bagi mahasiswa millenial. Mahasiswa senantiasa mencari eksposure secara internasional. Begitupula dengan universitas di berbagai belahan dunia, terus melakukan internasionalisasi agar bisa terus bersaing. Dalam rangka melakukan internasionalisasi dan memperlebar jejaring secara global, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro kembali menggelar kegiatan summer course. Summer course ini merupakan gelaran yang ke 4 kali sejak tahun 2016. Di tahun yang keempat ini, summer course FPP Undip mendapatkan atensi yang luar biasa dari mahasiswa asing. Dengan mengambil tema utama “Exploring Indonesian Agriculture and Tourism”, tercatat 94 mahasiswa dari 7 negara tertarik untuk mengikuti kegiatan ini. 

Summer course ini sendiri akan diadakan dari tanggal 10-19 Agustus 2020 ini. Tujuh negara yang tergabung adalah dari Amerika Serikat, Filipina, China, Taiwan, Thailand, Rwanda, dan Nigeria. Jumlah ini meningkat drastis dari gelaran summer course di tahun 2019 yang hanya diikuti 15 mahasiswa dari 4 negara. Angka ini menjadi bukti bahwa FPP Undip mulai dikenali dan dilirik oleh dunia luar. Capaian ini diamini oleh Rosyida, S.P., M.Sc selaku ketua panitia yang menyatakan bahwa meskipun official announcement baru dirilis sebulan sebelum acara diselenggarakan, ternyata acara ini mampu menarik antusiasme peserta yang luar biasa. Bahkan hingga pendaftaran sudah ditutup, masih ada mahasiswa yang menghubungi apakah bisa mendaftar ataukah tidak.

Di penyelenggaraannya yang ke-4, ada sesuatu yang berbeda yaitu summer course dilakukan secara online. Dimana antara peserta, instruktur, dan panitia mendesain kegiatan di ranah virtual. Tidak seperti 3 pelaksanaan sebelumnya yang dilakukan di Semarang. Selama 2 minggu penyelenggaraan, para peserta secara umum akan mempelajari budaya Indonesia, mulai dari bahasa, makanan, kebudayaan, pariwisata, hingga sejarahnya. Tujuannya agar peserta bisa memahami bagaimana hidup di Indonesia. Sementara itu, secara khusus, para peserta akan diperkenalkan dengan sistem pertanian dan peternakan yang ada di Indonesia. Beragam materi sudah disiapkan mulai dari sistem produksi peternakan sapi, kambing, hingga unggas. Untuk melengkapinya, materi seperti jenis tanaman rempah, flora dan fauna asli Indonesia, hingga food industry juga akan diberikan kepada peserta. Harapannya peserta bisa memahami kondisi pertanian dan peternakan mulai dari hulu, on farm, hingga hilir. Dalam prosesnya, International Office FPP Undip melibatkan civitas academica yang ada di FPP untuk memberikan materi sesuai kepakarannya. Tujuannya adalah memberikan atmosfer pembelajaran secara internasional dan menambah jejaring.