Sebagai wujud kepedulian kepada sesama, Bidang Pengabdian Masyarakat BEM FISIP Undip 2022 menyelenggarakan aksi donor darah melalui program Bloodies, “Blood for Buddies, Blood for Solidarity”, pekan lalu. Bekerja sama dengan PMI kota Semarang, Bloodies hadir dengan harapan untuk meningkatkan atensi mahasiswa dan civitas akademika FISIP Undip terhadap pengabdian dan bakti sosial dalam bentuk donor darah.

Selain dalam rangka menyambut hari Palang Merah Indonesia, pelaksanaan donor darah ini juga bertujuan untuk membantu memenuhi stok darah di PMI Kota Semarang. Mengingat, ketersediaan kantong darah di Indonesia, khususnya daerah Kota Semarang sudah menipis apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk dan permintaan darah dari masyarakat.

Sebelum kegiatan donor darah diadakan, Bidang Pengabdian Masyarakat telah melakukan survei minat donor darah. Berdasarkan survei tersebut, tercatat 83,7% responden tertarik mendonorkan darah dengan alasan kegiatan donor darah dapat membantu dalam menambahkan persediaan darah dan dapat membantu orang-orang yang membutuhkan darah.

Pada hari pelaksanaan, Bloodies berlangsung di ruang Auditorium FISIP Undip dari pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB. Dalam kegiatan ini, PMI Kota Semarang menugaskan 1 (satu) orang dokter dan 2 (dua) orang petugas medis, yang dibantu dengan 1 (orang) logistik dan 1 (satu) orang data entry. Bukti nyata dukungan masyarakat FISIP Undip terlihat dengan banyaknya mahasiswa yang datang ke tempat berlangsungnya kegiatan donor darah, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Adapun alur pertama untuk kegiatan ini yaitu dimulai dari registrasi dengan mengisi form yang telah disediakan oleh pihak panitia. Setelah itu, pendonor akan melakukan screening kesehatan berupa pengukuran tekanan darah dan uji kadar Haemoglobin (Hb). Kemudian, pendonor yang memenuhi kriteria untuk mendonor siap untuk melakukan donor darah.

Kegiatan donor darah ini berhasil mengumpulkan 50 kantong darah dari 50 orang yang secara sukarela ikut berpartisipasi sebagai peserta donor darah. Ketua pelaksana program Bloodies menyampaikan bahwa beberapa peserta tidak dapat mendonorkan darah dikarenakan tidak lolos dalam kriteria kesehatan yang ada. Penyebabnya antara lain karena Hb rendah/tinggi, tekanan darah rendah, dan beberapa alasan lainnya.

“Saya berharap program kerja ini bisa berlanjut dan menampung lebih banyak pendonor karena ternyata animo orang-orang besar untuk ikut donor darah. Pun semoga ke depannya program ini dapat berjalan lebih baik lagi,” ungkap Zaky Arkan selaku Ketua Pelaksana Blood for Buddies 2022.

Dengan dilaksanakannya program ini, Zaky berharap darah yang didonorkan oleh Mahasiswa FISIP Undip dapat membantu memenuhi kebutuhan kantong darah PMI Kota Semarang yang nantinya dapat didistribusikan ke rumah sakit yang berada di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya. Selaras dengan itu, semoga kegiatan ini dapat mengetuk kesadaran masyarakat luas akan pentingnya donor darah untuk menyelamatkan kehidupan orang lain. (Naila Fitri by Humas BEM FISIP Undip 2022)